Cara berbeda dilakukan pelatih Bima Sakti untuk wartawan ketika meliput seleksi perdana timnas Indonesia U-16 di Lapangan National Youth Training Centre (NYTC), Bojongsari, Depok, Senin (13/5). Pelatih Garuda Asia tersebut membatasi gerak para pekerja media.
Wartawan yang dihadir hanya diberi kesempatan mengambil sesi gambar 15 menit awal latihan digelar. Setelah itu, mereka tak bisa lagi mengabadikan momen para pemain timnas Indonesia U-16 yang sedang berlatih.
Bahkan wartawan juga tak bisa mewawancarai pemain usai latihan. Pemain yang ditunjuk Bima saja yang dapat diwawancara para pekerja media tersebut.
Baru usai latihan digelar wartawan dikasih waktu untuk tanya jawab dengan Bima. Eks penggawa Persiba Balikpapan tersebut pun memberikan alasannya terkait hal tersebut.
Tentu hal ini merupakan barang baru di Indonesia. Mengingat, sebelumnya wartawan dibebaskan untuk mewawancarai setiap pemain tanpa ada batasan dari pelatih.
Menurut Bima, langkah yang diambilnya tersebut mengacu dari pola yang dilakukan pelatih yang ada di Inggris. Ketika itu, ia terbang ke negara Ratu Elizabeth tersebut pada Februari lalu.
"Saya menginginkan pemain bisa lebih fokus karena mereka masih dalam tahap seleksi kita juga memberikan kesempatan kepada rekan wartawan meliput 15 menit awal. Karena saya kemarin sempat keluar [negeri] kalau di sana saat mereka latihan pemain hanya fokus kepada pelatihnya," kata Bima.
"Orang tua pemain juga saya informasikan bahwa percayakan kepada kami sebagai pelatih untuk membangun karakter mereka menjadi pemain profesional. Bukan arti hanya profesional saja tapi mereka juga lebih bisa mengasah kemampuannya. Jadi saya mohon pengertian bukan membatasi kerja tapi juga memberikan kesempatan di awal dan akhir," tambahnya.
Dalam seleksi pertama tersebut seluruh pemain yang dipanggil sudah hadi. Ada 41 pesepakbola yang diajak ambil bagian bakal terus berlatih mulai hari sampai dengan 26 Mei 2019.

