TIRA-Persikabo mengapresiasi kinerja Satgas Anti Mafia Bola yang terus melakukan penyelidikan sejak diaktifkan beberapa bulan lalu. Manajeman TIRA-Persikabo pun mendukung penuh langkah satgas dalam membongkar kecurangan di sepakbola tanah air.
Terkait pernyataan Wakil ketua Satgas Brigjen Pol Krishna Murti yang mengatakan cuma ada tiga klub di Liga 1 yang tak pernah suap wasit, TIRA-Persikabo merasa perlu menanggapi. Tanggapan ini dikeluarkan seiring banyaknya pertanyaan dari media kepada manajemen TIRA-Persikabo terkait ucapan Brigjen Krishna.
Presiden Direktur TIRA-Persikabo Bimo Wirjasoekarta memastikan, walau klub yang dipimpinnya tidak ikut disebut oleh Krishna, praktik suap-menyuap tak pernah dilakukan.
"Kami tidak mengikuti perkembangan berita tersebut, tapi terkait hal sogok menyogok rasanya kami tidak pernah mau bahkan memerintahkan siapapun menyogok wasit demi menang, justru kami malah banyak dirugikan. Bahkan, kini kami sedang kumpulkan video-video terkait aksi wasit yang merugikan kami dalam pertandingan," ujar Bimo.
Bimo mengatakan, untuk meraih kemenangan di lapangan, Tira hanya fokus kepada internal sendiri. "Kami motivasi pemain agar dapat bertahan di Liga 1, pemain dan manajemen merasa sangat sedih dan kecewa apabila keberhasilan kami bertahan di Liga 1 yang dilalui dengan penuh perjuangan malah disebut hasil menyogok wasit," ucapnya.
Bimo berharap semua pihak mencerna permasalahan ini dengan bijak. Bimo menegaskan, tak mungkin klub yang gemar menyogok wasit malah terdampar di papan bawah klasemen akhir.
"Apakah logis kami menyogok wasit sedangkan di pertandingan-pertandingan justru kami dirugikan bahkan kalah dan hampir degradasi?."
Goal Indonesia