Berita Live Scores
Persija

Sinyal Kroni Bakrie Caplok Saham Persija Jakarta

13.01 WIB 26/02/19
Selebrasi Persija Juara Liga 1 2018
Saat ini Joko Driyono masih pemilik saham mayoritas di Persija.

Perubahan terjadi dalam kepemilikan saham Persija Jakarta pada tahun ini. Ferry Paulus yang sekarang merupakan CEO Macan Kemayoran sama sekali tidak memiliki saham.

Padahal, pada tahun lalu Ferry masih mempunyai saham sebesar 15 persen di Persija. Akan tetapi, ia memutuskan untuk melepas seluruh saham yang dimilikinya kepada PT Jakarta Indonesia Hebat (JIH).

Berdasarkan data yang ada, Joko Driyono selaku Plt ketua umum PSSI memegang 95 persen saham di PT JIH. Artinya, pria yang karib disapa Jokdri tersebut merupakan dalang utama yang memiliki klub asal ibu kota itu.

Secara administrator, Persija tidak berada langsung di bawah naungan PT JIH, melainkan PT Persija Jaya Jakarta. Namun, perseroan terbatas yang disebutkan terakhir itu saham mayoritasnya sudah dipegang oleh PT JIH.  

Keputusan Ferry, melepas seluruh saham yang dipegangnya ke perusahaan yang dikendalikan Jokdri, sudah pertimbangkan secara matang. Rencana melakukan initial public offering (IPO), atau melantai di bursa saham jadi penyebabnya.  

"Akta perubahan terbaru tanggal 9 Februari kemarin [2019], per tanggal itu saham saya nol. Ada yayasan [Yayasan Persija Muda] memiliki 1 persen. Sementara 99 persen punya PT JIH," kata Ferry.

Ferry melanjutkan akan ada perubahan kembali dalam komposisi saham di PT JIH. Diduga karena status tersangka yang kini disandang Jokdri dalam kasus pencurian, penghancuran, penghilangan barang bukti, serta perusakan garis polisi.

Tapinya, Ferry menyampaikan permasalahan yang dialami Jokdri, bukan penyebab utamanya. Melainkan, karena murni bisnis sehingga PT JIH bakal melepas sahamnya ke orang yang benar-benar dalam mengelola Persija secara baik.

"Ini juga akan masih dinamis, karena memang persiapan IPO membutuhkan satu restrukturing yang bagus dalam sisi orang-orang yang expert yang berada di sana. Nanti di dalam saham PT JIH itu akan ada beberapa orang yang tentunya memiliki nilai jual dari sisi perencanaan IPO."

Kroni Bakrie Di Persija

Keputusan mengejutkan dilakukan Gede Widiade dan Rafil Perdana pada awal tahun 2019. Padahal, mereka berhasil mengantarkan Persija meraih tiga gelar yaitu Boost Sports Super, Piala Presiden, hingga Liga 1 pada musim lalu.

Gede yang merupakan direktur utama memutuskan mengundurkan diri. Langkah serupa juga diambil Rafil yang sebelumnya menjabat sebagai COO klub asal ibu kota tersebut.

Alasannya, karena kedua orang tersebut sudah menyelesaikan target yang diberikan manajemen. Makanya, mereka memutuskan untuk meninggalkan jabatan di Persija.

Kokoh Afiat dipercaya memegang jabatan yang ditinggalkan Gede. Kokoh bukanlah orang baru di Persija, karena ia juga mempunyai saham di PT JIH bersama Jokdri.

Jajaran komisaris dan direksi di Persija juga mengalami perubahan. Sharif Cicip Sutardjo, Ambono Janurianto, Bambang Irawan Hendradi, dan Marudi Surachman, dipercaya memegang jabatan komisaris. Andre Rizki Makalam dan Fandrizal Rabain ditunjuk sebagai direksi.

Orang-orang yang disebutkan di atas ada kaitannya dengan Bakrie. Hanya, Sharif Cicip yang berstatus politikus dari partai Golongan Karya (Golkar), sementara sisanya memegang jabatan yang cukup tinggi di perusahaan yang dimiliki Bakrie.

Sharif merupakan sosok yang dekat dengan keluarga Bakrie. Aburizal Bakrie, yang juga politikus Golkar adalah rekannya, sehingga wajar bila Sharif sekarang dipercaya jadi komisaris utama.   

Kehadiran Sharif pun diduga jadi penyebab berubahnya warna kostum Persija. Anak asuhan Ivan Kolev tersebut menggunakan warna kuning yang identik dengan partai Golkar, ketika menjalani laga kualifikasi Liga Champions Asia.

Padahal, selama berdiri Persija tak pernah memakai warna tersebut. Ferry Paulus pun menjelaskan tentang hal ini. "Itu [Sharif] memang menjadi bagian dari komisaris, itu memang ada. Tapi tidak ada hubungannya dengan jersey," ujarnya.

Tak menutup kemungkinan Bakrie bakal mempunyai saham di Persija saat IPO sudah terlaksana. Termasuk Nirwan Bakrie yang merupakan wakil ketua umum PSSI pada masa Nurdin Halid.

"Dari [Grup] Bakrie, ada juga yang lain-lainnya. Nantilah. Pemegang saham itu. [Nirwan Bakrie], Kita lihat saja nanti."

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. John Terry: Maurizio Sarri Harusnya Paksa Kepa Keluar
2. Pelatih Vietnam: Wasit Berat Sebelah
3. Latih Chelsea, Zidane Diberi Dana Belanja £200 Juta
4. Alasan Marinus Wanewar Selebrasi Ke Bench Kamboja
5. Allegri: Membosankan Jika Juventus Menang Terus
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia