Media Argentina, khususnya para jurnalis yang dekat dengan Julian Alvarez, sepenuhnya membantah kebenaran kabar yang beredar tentang perubahan sikap penyerang berjuluk "Sang Laba-Laba" itu dan pemberitahuannya kepada rekan-rekan setimnya di Atletico Madrid mengenai penyesalannya atas keputusan untuk hengkang, seraya menegaskan bahwa kenyataan sangat jauh dari rumor-rumor tersebut.
Surat kabar Spanyol "Mundo Deportivo" memberitakan bahwa Alvarez merasa dikhianati oleh manajemen Atletico Madrid, seraya menyebutkan bahwa pernyataan-pernyataan terakhirnya itu muncul atas permintaan langsung dari klub itu sendiri.
Dalam konteks ini, Martin Arevalo, jurnalis di jaringan "ESPN" yang melakukan wawancara terkenal dengan Alvarez, di mana sang pemain memberikan isyarat tentang keinginannya untuk mengubah suasana selama periode Piala Dunia, mengungkapkan bahwa manajemen Atletico-lah yang meminta sang pemain untuk berbicara secara terbuka dan menyatakan keinginannya untuk pergi, sebagai syarat untuk menyetujui kepergiannya.
Arevalo menjelaskan detail situasi tersebut dengan mengatakan: "Pelatih Diego Simeone tidak ingin ikut campur dalam keputusan ini; ia tahu betul sikap sang pemain, dan keputusan akhir kini berada di tangan pemilik Atletico Madrid."
Jurnalis itu menambahkan dengan nada tegas bahwa Alvarez "tidak bisa bertahan di klub satu menit pun lagi, karena ia sama sekali tidak merasa nyaman dengan situasi ini."
Arevalo menguraikan alasan kesimpulannya dengan mengatakan: "Orang-orang dekat sang pemain menegaskan bahwa ketika ia berbicara secara terbuka, ia telah menerima pesan dari Atletico yang memintanya untuk mengajukan permintaan hengkang di hadapan media, setelah sebelumnya ia mengajukannya di ruang tertutup. Mereka meminta hal itu darinya agar para suporter memahami bahwa keputusan untuk hengkang bukan berasal dari pihak klub."
Jurnalis itu melanjutkan dengan mengatakan: "Namun pernyataan-pernyataan itu kemudian tidak disukai oleh manajemen! Setelah mendengarkan semua pihak, jelas bahwa situasinya menjadi sangat rumit. Sang pemain tidak ingin bertahan, dan Simeone, yang menganggapnya termasuk 5 pemain terbaik di dunia, ingin ia bertahan tetapi mengetahui keputusan sang pemain. Sebaliknya, Atletico menolak menjualnya kecuali dengan syarat pembayaran nilai klausul penalti, yang setara dengan lima kali lipat nilai pasarnya."
Laporan itu ditutup dengan menyebutkan bahwa situasi tersebut menjadi sangat memalukan dan mengganggu bagi bintang Argentina itu, karena ia mendapati dirinya dalam posisi yang tidak pernah ia duga akan dialaminya. Meskipun ketenangan yang hati-hati tengah menyelimuti situasi saat ini, ada pergerakan intensif yang berlangsung di balik layar, dan diperkirakan Alvarez akan mengambil langkah-langkah baru dalam beberapa hari mendatang.




