Momen unik yang melibatkan Ederson terjadi saat Manchester City menang 3-0 atas Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Etihad Stadium, Selasa (15/1) dini hari WIB.
Sang penjaga gawang asal Brasil sempat jauh meninggalkan areanya dan bergerak ke tengah lapangan untuk menghalau serangan lawan, dan tak sampai di situ, ia juga merasakan sensasi sesaat menjadi gelandang.
Ederson bahkan terlibat dalam tiga proses operan di lini tengah bersama dengan Ilkay Gundogan dan Fernandinho, di saat para penggawa Wolves tidak melakukan tekanan.
Keputusan nyentrik pemain berusia 25 tahun tersebut justru mendapat pembelaan dari manajernya, Pep Guardiola meski sebenarnya berpotensi merugikan The Citizens.
"Saya sangat senang karena Ederson tetap bergerak naik, kiper memang harus melindungi empat bek kami yang ada di depannya dengan operan jauh, ia sempurna," ujar Guardiola.




"Adama [Traore, penggawa Wolves] mungkin pemain tercepat yang pernah saya lihat dalam hidup. Itu bagus, Ederson membuat keputusan, mungkin ia harus lebih tepat, tapi bola lepas, tidak masalah. Tapi jika Anda menangani risiko, itu tidka mudah."
"Ketika ia membantu untuk melakukan itu, kami bermain lebih baik, rancangan serangan kami lebih baik, para gelandang mendapatkan bola dalam kondisi lebih baik. Ederson, kami mencintainya apa adanya, itulah mengapa tak menjadi masalah."

