Ketika Louis van Gaal membawa Timothy Fosu-Mensah ke Manchester United, dia, seperti kebanyakan anak muda yang dibawa ke Old Trafford, dipuji sebagai pemain masa depan.
Seorang pemain serbaguna yang bisa bermain di seluruh area pertahanan dan juga sebagai gelandang bertahan, ia telah menarik minat Manchester City dan Inter Milan sebelum United mendaratkannya dari Ajax di usia 16 tahun pada 2014.
Debutnya di Liga Primer datang sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 3-2 atas Arsenal pada Februari 2016, dan ia lantas mencatatkan tujuh penampilan tambahan di liga dan dua di Piala FA musim itu, termasuk sebagai starter di semi-final melawan Everton .
Kemudian kedatangan Jose Mourinho pada musim panas 2016 membuat dia diganjar kontrak baru, dan selagi bakat lainnya meninggalkan klub, Fosu-Mensah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun yang dijadwalkan berakhir pada musim panas ini.
Seperti dilansir Goal, United telah mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak satu tahun untuk mempertahankan Fosu-Mensah di klub sampai 2021, alih-alih membiarkan bek itu pergi dengan status bebas transfer pada musim panas ini. Kontrak baru, bagaimanapun, tidak dibahas di tahapan ini.
Terakhir kali Fosu-Mensah, sekarang 22, bermain untuk tim utama adalah di bawah Mourinho pada hari terakhir musim 2016-17 melawan Crystal Palace, ketika pria Portugal itu menurunkan tim yang sangat muda guna mengistirahatkan para pemain utamanya jelang final Liga Eropa melawan Ajax di Stockholm.
Musim pinjaman bersama Fulham di gelaran kemarin, setelah sebelumnya menghabiskan musim di Crystal Palace, tampaknya merupakan jalan terbaik bagi Fosu-Mensah untuk menunjukkan bahwa dia memiliki apa yang diperlukan untuk menjadi pemain reguler di Liga Primer, tetapi ia kesulitan mendapatkan menit bermain. Cedera ligamen anterior pada bulan April tahun lalu mengakhiri kampanyenya lebih awal.

Cedera membuatnya absen untuk sebagian besar musim ini, meskipun ia sempat membuat comeback untuk tim U-23 pada Januari kemarin, di mana dia hanya bermain di bawah satu jam dalam peran sebagai deeplying midfielder.
Itu adalah performa yang luar biasa dari pemain internasional Belanda itu, dan Solskjaer menyebut Fosu-Mensah bagaikan "pemain baru" untuk timnya saat ia kembali. Akan tetapi, meski bermain dua kali untuk tim arahan Neil Wood, ia belum bisa masuk ke salah satu skuad Solskjaer saat hari pertandingan.
“Penting bagi saya untuk bermain sekarang. Umurku 19, hampir 20. Saya harus terus bermain dan belajar banyak, untuk terus meningkat, ”kata Fosu-Mensah ketika dia dipinjamkan ke Palace pada 2017-18. Dia membuat 25 penampilan di semua kompetisi musim itu tapi tampaknya untuk mereplika hal tersebut di United terasa jauh meski telah memperpanjang kontrak untuk 12 bulan ke depan.

Dia sekarang hanya memiliki sedikit peluang untuk dipertimbangkan di lini tengah, posisi di mana ia memulai karirnya, sebagaimana kontrak Nemanja Matic juga diperpanjang dan Scott McTominay serta Fred tampil memukau dengan peran lini tengahnya musim ini.
Di bek kanan, di mana ia bermain untuk Fulham, ada Aaron Wan-Bissaka yang telah menahbiskan diri sebagai andalan sementara Diogo Dalot menjadi pelapis dan Brandon Williams telah menunjukkan fleksibilitasnya di posisi itu.
Di posisi bek tengah, Solskjaer sudah memiliki terlalu banyak opsi yang tersedia untuknya termasuk Axel Tuanzebe, yang seusia dan lebih disukai daripada Fosu-Mensah.
Gelaran 2019/20 adalah musim kelam bagi Fosu-Mensah, tapi dia sejatinya bisa mencari menit bermain di klub lain dengan jalan pinjaman demi menunjukkan bahwa ia memiliki kualitas untuk menetap di Old Trafford dalam jangka waktu yang panjang.
Dia tidak menutup kemungkinan untuk hengkang demi mencari menit bermain itu. Dia sekarang tidak berada di posisi yang menguntungkan untuk masuk ke tim utama arahan Solskjaer. Namun, setelah musim pinjaman lainnya, dia bisa saja menggoda pihak klub untuk memberinya kontrak baru.
Fosu-Mensah sekarang hanya memiliki waktu lebih dari 12 bulan untuk menunjukkan kepada Solskjaer bahwa dia layak dipertahankan, dan jam sudah mulai berdetak.


