Sekjen PSSI Ratu Tisha menyatakan telah punya cara memberantas match-fixing di sepakbola Tanah Air. Ia menyebut pihaknya menggandeng Genius Sport yang merupakan lembaga independen untuk mengidentifikasi sejumlah laga yang dinilai tidak beres.
Dalam beberapa pekan belakangan ini dugaan match-fixing merebak di pentas sepakbola nasional. Satu di antaranya adalah pertandingan Liga 2 yang mempertemukan Aceh United kontra PSMP Mojokerto Putra.
Ketika itu, Mojokerto Putra mendapatkan penalti. Namun, Krisna Adi Darma yang menjadi eksekutor tendangan tersebut terlihat sengaja mengarahkan bola agar tidak masuk ke gawang Aceh United.
"Kami menyiapkan tiga cara. Pertama adalah langkah pencegahan. September 2017, kami sudah bekerja sama dengan Genius Sports. Itu sudah berjalan sejak tahun ini. Dari sana kami akan mendapat peringatan untuk laga mana yang perlu mendapat perhatian," kata Tisha.
"Kedua adalah investigasi lebih lanjut mengenai pertandingan tersebut. Kami akan melakukan investigasi secara tertutup, terlepas ada atau tidaknya laporan mengenai sebuah pelanggaran."
"Ketiga adalah tindak lanjut berupa hukuman yang sesuai dengan kapasitas PSSI, yaitu melalui badan peradilannya, yakni Komite Disiplin," tambahnya.
Kendati demikian, Tisha mengaku PSSI masih membutuhkan dukungan dari semua pihak terkait untuk memberantas match-fixing. Maka dari itu, ia berharap publik juga aktif memberi laporan bila melihat laga yang janggal.
"Kami sejujurnya tidak bisa sendirian memerangi match-fixing karena kami butuh dukungan dari pemerintah, stakeholder, serta masyarakat," ujarnya.
Goal Indonesia