Perseteruan mengenai masa depan Julian Alvarez terus berlanjut, setelah Atletico Madrid bersikukuh menolak untuk membiarkan penyerang asal Argentina itu hengkang ke Barcelona, di saat sang pemain tak memikirkan apa pun selain pindah ke klub Catalan tersebut.
Menurut surat kabar Spanyol "Mundo Deportivo", Atletico Madrid tengah menghadapi situasi rumit akibat Julian Alvarez, setelah Stadion Riyadh Air Metropolitano menyaksikan pemandangan mencolok pada Minggu lalu, yaitu mayoritas suporter klub melontarkan sorakan cemoohan terhadap penyerang Argentina itu sebelum, selama, dan sesudah pertandingan, sebelum akhirnya sang pemain berjalan sendirian menuju terowongan ruang ganti atas saran dari klub, yang menyebabkan perselisihan antara klub ibu kota Madrid tersebut dengan penyerang Argentina itu kian mendalam.
Atletico tetap berpegang pada sikapnya yang menolak kepindahan Julian Alvarez ke Barcelona, sementara penyerang yang dijuluki "Laba-Laba" itu tak memikirkan apa pun selain pindah ke Barcelona, meski klubnya hanya membuka pintu kepergiannya menuju Arsenal.
Perseteruan terus berlanjut antara Atletico Madrid, yang melalui presidennya Enrique Cerezo, direktur eksekutifnya Miguel Angel Gil, dan pelatihnya Diego Pablo Simeone telah menetapkan garis-garis merah yang tak akan mereka munduri, dengan Julian Alvarez yang tak menginginkan apa pun selain mengenakan seragam Catalan itu.
Alvarez terus menegaskan keinginannya untuk mengenakan seragam Barcelona, di mana kemarin ia kembali memupuk impiannya melalui sebuah isyarat via sebuah akun di aplikasi TikTok.
Dua hari lalu, seorang pengguna sempat mengunggah sebuah klip video yang memuat gambar penyerang Argentina itu mengenakan seragam Barcelona sambil melakukan selebrasi terkenalnya yang terinspirasi dari Spider-Man, sebelum kemarin Alvarez merespons unggahan tersebut dengan memberi tanda suka padanya.
Tindakan ini dianggap sebagai pernyataan yang jelas mengenai niat seorang pemain yang tengah berada dalam situasi sensitif, setelah ia dengan jelas menunjukkan bahwa dirinya merasa tidak nyaman di dalam Atletico Madrid, menyusul klub yang tidak menepati apa yang dijanjikan kepadanya pada Februari lalu, ketika klub memberitahunya bahwa mereka akan mengizinkannya pergi ke tujuan yang ia inginkan pada akhir musim, dengan syarat klub yang ingin merekrutnya mengajukan tawaran yang sesuai dengan nilainya.
Atletico Madrid berisiko mengakhiri situasi ini dengan kerugian besar bagi mereka, baik melalui kehilangan peluang memperoleh sejumlah uang yang layak sebagai ganti sang pemain apabila bursa transfer berakhir tanpa kepergiannya dari klub, maupun melalui bertahannya Alvarez di dalam klub tanpa motivasi dan tidak menampilkan performa yang diharapkan tim darinya.
Untuk saat ini, Atletico Madrid hanya berupaya bergerak demi mengarahkan Julian Alvarez menuju Arsenal.
Barcelona memantau perseteruan ini, sembari berpegang pada tujuan yang jelas, yaitu menguras seluruh opsinya demi merekrut Alvarez, penyerang yang diinginkan Hansi Flick dan Deco, dan yang akan menjadi tambahan terakhir bagi skuad yang telah diperkuat serta dirancang klub untuk bersaing memperebutkan seluruh gelar.
Barcelona menyadari segala yang dilakukan Alvarez demi mewujudkan impiannya mengenakan seragam Catalan, oleh karena itu mereka akan menantinya hingga akhir, sekalipun harus mengambil risiko tidak merekrut penyerang lain di posisi nomor 9.
Anda dapat mendiskusikan berbagai topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"

