Chelsea memang berhasil mengatasi Malmo 1-0 di Liga Champions Eropa, Rabu (3/11) dini hari WIB, tetapi kemenangan itu dicapai dengan susah payah setelah sedikit mengutak-atik skema yang ternyata bukan ide sang juru taktik, Thomas Tuchel, sendiri.
Bermain di kandang sendiri, Malmo mempertontonkan penampilan disiplin yang membuat serangan-serangan The Blues nyaris selalu mentah, tetapi kombinasi mematikan Callum Hudson-Odoi & Hakim Ziyech di menit ke-56 berhasil memecah kebuntuan.
Hudson-Odoi & Ziyech masing-masing start sebagai sayap kiri dan kanan, membuat mereka menjadi inverted winger, tetapi asisten Tuchel, Arno Michels, menyumbang ide untuk menukar posisi keduanya setelah turun minum dengan hasil yang memukau.
Hudson-Odoi melakukan satu-dua dengan Kai Havertz di sisi kanan dan berhasil menembus pertahanan Malmo. Ia lalu mengirimkan umpan silang mendatar yang empuk untuk menghidangkan gol ke kaki Ziyech.
"Semua pujian harus dipersembahkan kepada asisten saya, ia yang punya ide itu," ujar Tuchel kepada wartawan setelah peluit panjang ditiup.
"Kami suka ide dua pemain berkaki kanan di sisi kanan dan dua pemain berkaki kidal di sisi kiri. Kami merasa mungkin kami bisa menusuk ruang di belakang pertahanan Malmo yang rendah, dan mungkin akan kehilangan detik-detik berharga jika [pemain kami] harus memindahkan bola ke kaki dominan mereka, dan No. 8 mereka akan sempat menutup ruang."
"Kami berpikir, mungkin kami bisa menghemat sepersekian detik yang berharga, dan begitulah situasinya [saat gol terjadi]. Kami menjebol half-space mereka dan ia melakukannya dengan jitu. Pujian buat asisten saya."
Tuntut lebih dari Ziyech
Ini adalah gol pertama Ziyech sejak Agustus di semua kompetisi untuk Chelsea. Cedera bahu membuat kemajuan winger Maroko itu terhambat, tetapi Tuchel percaya ia bisa bangkit dan menuntut lebih.
"Apakah ini bisa mendorong Ziyech untuk bangkit? Ya, tetapi saya rasa ia masih bisa mengembangkan pengambilan keputusannya, koneksi di lapangan, di mana ia harus lebih konsisten," imbuh Tuchel.
"Kami selalu mengandalkan daya juangnya, pressing baliknya, dan kesadarannya. Mereka adalah bagian besar dari penampilannya. Ia masih bisa lebih klinis dan mungkin lebih mengembangkan ritmenya, tetapi sepertinya cedera bahunya sangat mengganggu."
"Bahkan ketika ia berusaha keras untuk kembali lebih dini, ia tidak 100 persen terbebas seperti yang seharusnya, apalagi pemain ofensif menyukai kebebasan berkelok-kelok tetapi saya senang ketika laga mampet, gol seperti miliknya akan sangat membantu. Saya turut senang."




