Footer VideoGoal Indonesia

Terbaring Di Rumah Sakit, Krisna Adi Dapat Santunan

Dukungan nyata dibuktikan Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) terhadap pemain PS Mojokerto Putra Krina Adi, yang sedang terbaring di rumah sakit. Mereka memberikan santunan untuk pesepakbola berusia 23 tahun tersebut.

Santunan tersebut diberikan langsung ketua KPSN Suhendra Hadikuntono kepada orang tua Krisna. Ia menyempatkan waktu di tengah kesibukannya untuk terbang ke Yogyakarta dari Jakarta.

Saat ini Krisna masih terbaring lemas usai mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa hari yang lalu. Akibatnya ia harus mendapatkan perawatan serius di RS dr Sardjito, Yogyakarta.

"Terima kasih atas kehadiran bapak [Suhendra]. Setelah dihukum PSSI dan klub bolanya pun buyar, anak kami tercampakkan dan terpuruk. Tak ada yang mau membantu, termasuk dari pengurus PSSI," kata orang tua Krisna yang tak mau disebutkan namanya.

Sebelum kecelakaan, Krisna memang mendapatkan hukuman dari komite disiplin (Komdis) PSSI. Ia dilarang beraktifitas seumur hidup karena dinilai melakukan match-fixing.

Kunjungan Suhendra ke keluarga Krisna berlangsung di tengah gencarnya penangkapan terhadap para tersangka kasus match fixing oleh Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola. "Biarlah match-fixing itu menjadi tugas Satgas Anti Mafia Bola. Sikap kita adalah mendukung sepenuhnya langkah Polri, namun di saat yang sama kita juga memberikan perhatian terhadap mereka yang berpotensi terancam, apalagi yang sedang terkena musibah," kata Suhendra memberi alasan mengapa dia membesuk Krisna.

Sebagai wujud perhatian lainnya kepada Krisna, Suhendra menyatakan sudah berkirim surat kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dengan tembusan ke Presiden Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi. Dalam surat bernomor 002/KPSN/XII/2018 tertanggal 24 Desember 2018 tersebut, Suhendra minta Kapolri memberikan perlindungan jiwa dan perlindungan hukum kepada Krisna, termasuk orang-orang atau pihak-pihak lain yang berpotensi menjadi saksi match-fixing yang kini sedang ditangani Polri.

"Patut diduga kecelakaan itu ada benang merahnya dengan rencana buka-bukaan yang bersangkutan. Ini ancaman bagi pihak-pihak yang berniat membongkar mafia match-fixing," cetus Suhendra.

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Komdis PSSI Hukum Bambang Suryo Seumur Hidup
2.Ole Gunnar Solskjaer: Ini Baru Manchester United!
3.Persebaya Dipastikan Kehilangan David Da Silva
4.Cristiano Ronaldo Ukir Rekor Gol Tandang Serie A Italia
5.25 Pemain Remaja Termahal Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia
Footer VideoGoal Indonesia
Iklan
0