Seperti ditulis Sport Bild dalam edisi terbarunya, pelatih Dortmund dan atasannya, direktur pelaksana olahraga Lars Ricken, telah sepakat bahwa negosiasi kontrak antara klub dan Kovac baru akan dilakukan setelah Ricken sendiri memperpanjang kontraknya di kubu Schwarzgelben.
Saat ini, kedua kontrak tersebut masih berjalan hingga akhir musim yang akan segera berakhir. Untuk Ricken, kelanjutan kerja sama setelah itu dianggap tinggal formalitas belaka mengingat keberhasilan terbaru BVB di bursa transfer.
Alasan di balik kesepakatan itu disebut-sebut adalah hubungan yang sangat bersahabat antara Kovac dan Ricken. Dengan demikian, keduanya dikabarkan telah menyatakan keinginan untuk terus bekerja bersama di Dortmund. Perpanjangan kontrak Ricken dengan demikian menjadi semacam syarat bagi tanda tangan Kovac.
Bahwa BVB pada prinsipnya siap melanjutkan kerja sama dengan pria Jerman-Kroasia itu di pinggir lapangan sebenarnya sudah lama diketahui. Pada musim lalu, Kovac membawa Borussia finis sebagai runner-up dengan cukup aman, meski mereka sama sekali tidak mampu memberi tantangan serius kepada Bayern Munchen.
Getty ImagesBerapa banyak kemenangan yang diraih Niko Kovac bersama BVB?
Pria 54 tahun itu mengambil alih Dortmund pada Februari 2025, setelah pelatih saat itu, Nuri Sahin, dipecat akibat kegagalan meraih hasil dalam waktu lama.
Berkat Kovac juga dan laju akhir musim yang kuat di liga, BVB pada matchday terakhir akhirnya mampu melompat ke peringkat empat sekaligus mengamankan tiket ke Liga Champions.
Di semua ajang, Kovac mendampingi Schwarzgelben dari pinggir lapangan sebanyak 72 kali. Dengan 43 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 16 kekalahan, ia mencatat rata-rata 1,97 poin per pertandingan. Raihan sekuat itu dengan minimal 50 pertandingan terakhir kali dibukukan Lucien Favre bersama BVB, yang menjabat dari Juli 2018 hingga Desember 2020.



