Kegagalan menjaga rekor sempurna di kandang setelah ditahan Persela Lamongan 1-1 di Stadion Dipta Gianyar, Kamis (31/10) malam WIB, membuat pelatih Bali United Stefano Cugurra kecewa.
Bali United harus tampil dengan sepuluh pemain, karena Willian Pacheco diganjar kartu merah pada menit ke-49. Cugurra juga menyoroti terjadinya gol Persela di saat Bali United ingin melakukan pergantian pemain.
“Ketika kehilangan satu pemain, dan kami menyiapkan pemain pengganti, hakim garis tak mengangkat bendera, lalu kami kebobolan. Kalau dimasukkan sebelum itu, mungkin kami tidak kebobolan. Saya tidak tahu kenapa lama sekali. Silakan tanya ke wasit,” cetus Teco, sapaan Cugurra.
Hal lain yang disoroti Teco adalah handball di kotak terlarang. Menurutnya, Bali United layak mendapatkan hadiah penalti, meski wasit melihat secara jelas tangan pemain belakang Persela menyentuh bola di kotak terlarang.
“Penalti itu clear wasit lihat, tapi dia tidak mau kasih. Saya juga tanya ke hakim garis. Padahal seminggu sebelumnya, hakim garis itu memberikan materi aturan baru kepada pelatih dan pemain Bali United yang salah satunya mengenai penalti. Apa yang terjadi di lapangan persis teori yang dia sampaikan, dan itu penalti,” sergah Teco.
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1 2019!
Teco juga mendapat informasi wasit Agus Fauzan Arifin sehari sebelumnya memimpin laga Madura United kontra TIRA Persikabo. Apalagi, wasit merupakan warga Yogyakarta, kota tetangga Sleman mengingat selepas laga ini Bali United tandang ke markas PSS. Kartu merah Willian dan kartu kuning Nouri membuat keduanya tak bisa tampil.
“Jangan sampai timbul spekulasi seperti itu. Tapi saya tidak mau menduga. Saya hanya berpesan kepada PSSI agar harus pintar memilih wasit. Saya tidak mau wasit yang menguntungkan kami. Yang kami butuhkan hanya wasit yang fair,” tegas Teco. (gk-67)
SIMAK JUGA: KLASEMEN LIGA 1 2019!



