Julian Nagelsmann tidak berminat untuk pindah dari RB Leipzig ke Borussia Dortmund meski namanya dipandang sebagai favorit pengganti Lucien Favre.
Juru taktik Leipzig itu merupakan satu pelatih paling menjanjikan di sepakbola Eropa, dengan reputasinya semakin meningkat setelah memimpin timnya ke semi-final Liga Champions musim lalu.
Sosok berusia 33 tahun itu, yang memiliki kontrak di Red Bull Arena hingga 2023, disebut kandidat kuat untuk mengambil alih Dortmund musim depan, selagi Edin Terzic untuk sementara waktu ditugaskan menggantikan Favre di tampu kepemimpinan sejak Desember kemarin.
Meski begitu, mantan pelatih Hoffenheim ini menegaskan bahwa Leipzig tidak perlu khawatir tentang masa depan karena ia berniat untuk tetap meneruskan pekerjaannya di Red Bull Arena.
"Tidak ada alasan untuk tegang berkaitan dengan Dortmund," kata Nagelsmann kepada wartawan menjelang lanjutan Bundesliga melawan BVB pada Sabtu.
"Situasi dengan Dortmund tetap sama seperti saat saya menjabat sebagai pelatih Hoffenheim.
"Saya nyaman dan saya memiliki target besar untuk dicapai bersama Leipzig. Seperti yang saya tegaskan, tidak ada alasan bagi siapa pun di RB Leipzig untuk merasa gugup tentang Dortmund."
Leipzig menempati urutan kedua di tabel klasemen Bundesliga, enam poin di atas Dortmund, yang berada di posisi keempat, dan terpaut dua poin dari pemuncak klasemen Bayern Munich setelah 14 pertandingan.
Ditanya tentang Nagelsmann selama konferensi pers pra-pertandingan pada Kamis, direktur olahraga BVB Michael Zorc mengatakan: "Terlepas dari usianya, Julian telah memiliki karier manajerial yang luar biasa. Bersama Hoffenheim, dia dapat bekerja dengan baik secara sensasional, sekarang dia mengalami musim sensasional yang sama bersama Leipzig.
"Saya percaya, tidak diragukan lagi bahwa dia adalah ahli sepakbola yang lengkap. Dia selalu menerapkan inovasi ke dalam teknik kepelatihannya. Dia selalu bisa membuat timnya bekerja dengan baik.
"Kami perlu mencoba melawannya pada hari Sabtu. Kami sudah bertemu satu sama lain beberapa kali dan bukan berarti kami tidak pernah berhasil di pertandingan melawannya.
"Saya melihat diri kami sendiri, juga karena posisi di klasemen, dalam peran pemburu. Kami ingin meminimalkan jarak antara kami dan ke puncak klasemen."




