Massimo Moratti tak lagi menjadi pemilik Inter Milan, tapi sang mantan presiden tetap menolak menyerah melihat Lionel Messi berada di Giuseppe Meazza.
"Saya kira, bermimpi itu sama sekali tidak terlarang," ujar taipan Italia itu kepada Radio Rai baru-baru ini.
"Messi berada di akhir kontraknya dan tentu ada percobaan untuk membawanya pulang. Saya tidak tahu apakah situasi ini akan mengubah apa pun, tapi saya kira, kami akan melihat hal-hal aneh di akhir musim," jelasnya.
Direksi Barcelona memang dalam beberapa musim terakhir mengerjakan sejumlah hal yang terbilang absurd, meski pun mereka tidak akan menelurkan ide menjual kapten mereka tersebut.
Kepergian Messi akan menjadi mimpi buruk bagi Blaugrana, sehingga mereka bakal melakukan segala cara demi mencegahnya keluar dari Catalunya.
Gelar Ballon d'Or terbaru yang jatuh di tangan Messi praktis masih menempatkan dia sebagai pemain terbaik dunia dan Barca sekarang malah cenderung lebih bergantung pada dirinya ketimbang tahun-tahun sebelumnya.
Di era ketidakstabilan di Camp Nou akhir-akhir ini, kejeniusan Messi tetap yang paling konstan. Dia menjadi satu-satunya alasan kenapa Barca menjalani musim tak meyakinkan tetapi masih bisa berada di puncak klasemen La Liga dan berpeluang untuk merengkuh titel Liga Champions keenam.
Fokus utama klub Catalans saat ini adalah membuat superstar Argentina itu benar-benar berada di puncak kekuatannya di tahun-tahun terakhir karier dia.
Imago ImagesMimpi Barca adalah menyatukan kembali dia dengan sahabatnya, Neymar. Tapi karena problem arus kas klub, harapan kini tertuju untuk bisa memboyong Lautaro Martinez, striker yang paling diinginkan Messi berada di sampingnya.
Sekali pun harapan itu tidak mudah, mengingat klausul striker Inter itu yang mencapai €111 juta. Angka ini tapi tidak membuat Barca menyerah karena mereka sekarang mengusahakan agar klub yang berbasis di Milan itu mau menerima kesepakatan player-plus-cash.
Skenario serupa soal Miralem Pjanic, dengan klub Catalans berusaha mempersuasi Juventus agar menerima proposal pemain plus uang tunai.
Nama-nama seperti Nelson Semedo, Junior Firpo, Arthur Melo, Arturo Vidal dan Ivan Rakitic, semua akan dijadikan "tumbal" sebagai pemulus langkah transfer Barca di musim panas.
Moratti sempat mengklaim, jika pada akhirnya Lautaro berlabuh di Camp Nou, itu karena Messi memutuskan hengkang ke Inter.
Namun, wacana di atas hampir mustahil terjadi. Messi tidak akan dijadikan paket pertukaran atau diperdagangkan, bagaimana pun situasinya. Dia adalah salah satu dari pemain 'Untouchable' atau tak tergantikan di Barca. Demikian juga sosok-sosok seperti Marc-Andre ter Stegen, Frenkie de Jong dan Ansu Fati.
Di luar lingkup Barca, nama Ter Stegen memang sedikit diremehkan. Tapi di Camp Nou, dia dipandang sebagai salah satu kiper terbaik dunia, merujuk pada peran integral dia selama membawa kesuksesan di Camp Nou.
Ter Stegen pemain paling diandalkan setelah Messi, satu-satunya anggota di skuad yang juga kerap menjadi pembeda setiap kali bermain.
Pembicaraan mengenai kontrak baru mungkin tertunda karena wabah corona, tapi memperpanjang masa edar pria Jerman itu melebihi 2022 adalah salah satu prioritas klub di musim panas ini.
Ter Stegen sendiri sudah mengungkapkan kesetiaannya di Barca lewat Instagram dia belum lama ini.
"Saya sangat bahagia di sini, dari aspek olahraga, sangat bagus. Tim ini juga bermain dengan baik. Apa lagi yang mau saya minta," katanya.
Sementara itu, De Jong mungkin akan meminta agar dimainkan lebih banyak di posisi natural dia.
Sergio Busquets merupakan salah satu gelandang bertahan terbaik yang pernah ada di klub itu, tapi situasinya sekarang jadi lebih jelas selama 18 bulan terakhir bahwa waktu terus berjalan bagi pemain yang akan berusia 32 tahun pada Juli mendatang.
De Jong memang didatangkan sebagai suksesor gelandang Spanyol itu, tapi versatilitas gelandang Belanda itu membuat dia di musim ini -- suka atau tidak suka -- lebih diperankan sebagai gelandang sisi kanan.
Kendati begitu, dia menjadi salah satu performer terbaik Barca di tengah inkonsistensi para pemain Barca sepanjang kampanye musim ini.
Pada gilirannya De Jong akan berbicara banyak di lini tengah Barca. Itulah mengapa Barca membantah keras spekulasi yang diembuskan media Italia bahwa Barca mungkin bakal bersedia menukar De Jong dengan Pjanic.
Sebagaimana yang dipelajari Goal, Juventus juga telah menanyakan soal ketersediaan Fati, tapi jawara Italia ini langsung diberitahu dengan lantang oleh Barca bahwa remaja 17 tahun itu tidak akan pernah dijual berapa pun harganya.
GettyBahkan lebih tegas lagi bahwa Barca tidak akan membiarkan pencetak gol termuda dalam sejarah klub meninggalkan Camp Nou walau sekadar sebagai pemain pinjaman untuk Bianconeri.
Meski belum diumumkan secara resmi, promosi Fati ke tim utama Barca dianggap sebagai formalitas. Toh Fati telah menampilkan performa impresif belakangan ini dengan skuad inti.
Namun, meresmikan dia sebagai pemain di tim utama bisa menjadi sangat simbolis mengingat Blaugrana akhir-akhir ini mendapat kritik tajam dari fans lantaran La Massia dianggap tak lagi mampu mengorbitkan bibit-bibit unggul menjadi bintang.
Masuk akal jika ditinjau dari prespektif olahraga. Pasalnya, tidak ada jaminan bahwa rekan setimnya di lini depan, Antoine Griezmann atau Ousmane Dembele akan berada di Camp Nou musim depan.
Duo bintang Prancis ini adalah rekrutan termahal dalam sejarah Barcelona, tapi klub tidak akan segan-segan menerima tawaran besar yang masuk.
Ada benarnya apa yang dibilang Moratti: hal-hal aneh mungkin saja terjadi di bursa transfer musim panas, toh bermimpi tidak memakan biaya.
Namun, jika bicara soal Barca, mereka tidak akan terlepas dari Messi, Ter Stegen, De Jong dan Fati. Mereka semua adalah pemain yang tak ternilai harganya.


