Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-ENG-PR-EVERTON-CHELSEAAFP
Diterjemahkan oleh

Tak ada janji instan maupun solusi ajaib: Alonso ungkap sisi lain proyek Chelsea

Kejayaan tidak bisa direbut kembali hanya dengan uang dan transfer semata, melainkan dengan proyek menyeluruh yang memadukan visi yang jelas, keputusan yang matang, dan kesabaran menanti hasil. Dengan filosofi inilah, pelatih asal Spanyol Xabi Alonso memulai perjalanannya bersama Chelsea, dengan menetapkan tujuan yang jelas, yaitu mengembalikan klub London tersebut ke puncak sepak bola Inggris dan Eropa.

Dalam wawancara panjang bersama Jamie Carragher, mantan rekan setimnya di Liverpool dan analis di jaringan "Sky Sports" saat ini, Alonso berbicara tentang alasan ia memilih Chelsea, ambisinya bersama tim, peran manajemen dalam membangun proyek ini, serta mengenang kembali kenangan-kenangan awalnya di Liga Primer Inggris.

Alonso menegaskan bahwa waktu kepindahannya ke Chelsea menjadi faktor penentu dalam keputusannya, setelah berakhirnya pengalamannya bersama Bayer Leverkusen dan masa istirahat usai perjalanannya bersama Real Madrid memberinya kesempatan untuk memikirkan langkah selanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa ia merasa ada peluang nyata untuk menghadirkan perubahan di dalam klub London tersebut, meski ia tidak memiliki hubungan sebelumnya dengan Chelsea, seraya menyebut bahwa tim memiliki fondasi yang baik untuk dibangun, dengan kebutuhan akan beberapa penyesuaian dan perekrutan guna memperkuat keselarasan dan daya saing.

Pelatih asal Spanyol itu menekankan bahwa membangun tim yang mampu bersaing di level tertinggi tidak bisa terwujud dalam satu musim, melainkan membutuhkan beberapa tahun kerja keras dan keputusan yang tepat, sembari menegaskan pentingnya musim pertama dalam meletakkan dasar yang akan menjadi pijakan proyek ini ke depan.

Ia menambahkan bahwa adanya kesamaan visi mengenai langkah-langkah mendatang memberi tim peluang lebih baik untuk berkembang, terlebih karena hasil-hasil positif membutuhkan kerja keras yang berkesinambungan agar bisa berubah menjadi kesuksesan yang berkelanjutan.

Alonso berbicara tentang karakter kerja di dalam Chelsea, menjelaskan bahwa kesan-kesannya tentang manajemen klub berubah setelah ia mengenal para pejabat dari dekat, mendengarkan visi mereka, dan memahami rencana mereka untuk mengembangkan tim.

Ia menegaskan bahwa seorang pelatih seharusnya tidak hanya bertanggung jawab atas aspek teknis di dalam lapangan, melainkan juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, sembari menekankan pentingnya komunikasi antara para pemilik, direktur olahraga, dan tim pelatih.

Ia menyebut bahwa memikul tanggung jawab, baik di masa keberhasilan maupun kegagalan, merupakan unsur mendasar dalam membangun sistem yang kokoh, seraya menyatakan bahwa perasaan seorang pelatih sebagai mitra sejati dalam proyek membantunya bekerja sesuai visi yang jelas.

Kembali ke Liga Champions dan impian Liga Primer Inggris

Alonso tidak menyembunyikan ambisi Chelsea untuk mengembalikan posisinya di antara raksasa Eropa, namun ia menolak menganggap persaingan di Liga Primer Inggris dan kembalinya ke Liga Champions Eropa sebagai dua tujuan yang bisa dicapai seketika.

Ia menjelaskan bahwa klub memiliki sejarah penuh raihan prestasi, setelah sebelumnya pernah meraih kedua gelar tersebut, hanya saja mengembalikan posisi itu membutuhkan kesabaran, perencanaan, dan pembangunan tim yang mampu bersaing secara terus-menerus.

Meski tim baru menjalani tujuh pertandingan pada fase yang ia bicarakan, Alonso menunjukkan optimismenya terhadap indikasi-indikasi awal, seraya menegaskan bahwa kejelasan arah yang ditempuh klub tidak kalah penting dari hasil-hasil sesaat.

Pelatih asal Spanyol itu berpendapat bahwa kesuksesan membutuhkan keseimbangan antara upaya meraih kemenangan di setiap pertandingan dan kerja mengembangkan para pemain, demi memastikan terbangunnya tim yang mampu terus bersaing di masa depan.

Pengalaman Leverkusen dan model kerja manajerial

Alonso membandingkan antara pengalamannya terdahulu bersama Bayer Leverkusen dan situasinya saat ini di Chelsea, seraya menyebut bahwa karakter hubungan antara pelatih dan direktur olahraga berbeda dari satu klub ke klub lainnya.

Ia menjelaskan bahwa hubungannya dengan Simon Rolfes di Leverkusen ditandai dengan komunikasi harian yang erat, karena keduanya bekerja di kantor yang sama dan saling bertukar pandangan mengenai penampilan para pemain, kondisi psikologis mereka, dan kebutuhan tim, jauh dari gaya pemberian instruksi.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini turut membangun hubungan yang sukses, karena diskusi tidak terbatas pada aspek teknis, melainkan meluas ke berbagai detail yang membantu pengambilan keputusan yang tepat.

Di Chelsea, ia menyebut kedekatan Sam Jewell, Paul Winstanley, dan Joe Shields dengan tim, sembari menegaskan pentingnya koordinasi yang berkesinambungan antara pihak-pihak terkait, demi memastikan kejelasan peran dan keterpaduan kerja di dalam klub.

Awal mula di Liverpool: bagaimana Alonso merebut penghormatan para senior?

Alonso mengenang kembali kenangan-kenangan awalnya bersama Liverpool, berbicara tentang hubungannya dengan Carragher, yang dipertemukan oleh ketertarikan pada sepak bola Spanyol dan mengikuti klub-klub seperti Atletico Madrid dan Deportivo La Coruna, di samping Barcelona dan Real Madrid.

Namun, beradaptasi di dalam ruang ganti Liverpool menuntutnya lebih dari sekadar menyatu dengan rekan-rekannya; ia harus membuktikan kemampuannya dan merebut penghormatan dari para pemain terkemuka, seperti Steven Gerrard, Carragher, Dietmar Hamann, dan Sami Hyypia.

Ia menjelaskan bahwa ia bergabung dengan tim dari Real Sociedad pada usia dua puluh satu tahun, dan ia menyadari perlunya menegaskan dirinya dan merebut tempatnya di antara para pemain, namun ia berhasil beradaptasi dengan cepat.

Ia mengenang laga melawan Bolton yang diwarnai tekel keras dari Gary Speed, menganggapnya sebagai gambaran nyata kekerasan persaingan di Liga Primer Inggris, dan ia juga mengenang kembali pertandingan melawan Norwich yang berakhir dengan kemenangan Liverpool tiga gol tanpa balas, di mana ia tampil dengan performa yang membantunya meraih kepercayaan orang-orang di sekitarnya.

Alonso menegaskan bahwa penghormatan dari rekan-rekannya, terutama para pemain berpengalaman dan pemain lokal, menjadi kunci penting untuk melewati kesulitan-kesulitan di awal, seraya menyebut bahwa tiadanya penghormatan tersebut bisa membuat bulan-bulan pertama bagi pemain baru mana pun menjadi lebih rumit.

Demikianlah, Alonso bertaruh dalam pengalaman barunya bersama Chelsea pada filosofi yang ia peroleh selama kariernya sebagai pemain dan pelatih: membangun tim yang kuat tidak dimulai dengan mengejar hasil cepat, melainkan dengan mendirikan sistem yang kokoh, menyatukan visi, dan mengambil keputusan yang membuka jalan menuju pengembalian kejayaan.


SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google