Kebanyakan orang masih bermimpi ketika menjelang usia kepala dua, namun Trent Alexander-Arnold adalah kasus berbeda karena mampu mewujudkan harapan serta impiannya lebih cepat dari yang lain.
Di usianya yang belum genap 20 tahun, pemain asli kelahiran Liverpool itu sudah mendapatkan status bintang di lapangan hijau dan berpotensi menjadi pemain termuda yang tampil di final kompetisi Eropa, itu pun jika diturunkan manajer Jurgen Klopp melawan Real Madrid di Kiev pada Minggu (27/5) dini hari WIB mendatang.
Meski sempat diperdaya Marcus Rashford sebanyak dua kali ketika Liverpool kalah 2-1 dari Manchester United di Old Trafford pada awal Maret kemarin, Alexander-Arnold mampu membuktikan kedewasaan dengan terus belajar dan membawa timnya tampil ganas.

“Saya hanya ingin meminta maaf kepada semua fans! Dukungan kalian sungguh luar biasa hari ini namun performa kami tidak cukup bagus untuk mendulang hasil yang diinginkan. Kami akan belajar dari ini dan kembali lebih kuat. YNWA,” demikian Alexander-Arnold tak lama setelah dibekuk United dan Rashford, lewat keterangannya di Instagram.
Jauh sebelum itu, pemain yang berposisi sebagai fullback kanan ini menunjukkan potensinya dengan mencetak gol lewat tendangan bebas kala bersua Hoffenheim di leg pertama play-off Liga Champions.
Legenda klub seperti Phil Thompson kemudian percaya bahwa sang pemain muda ditakdirkan untuk meraih kesuksesan. “Itu adalah momen yang besar. Buat dia untuk mengambil itu adalah hal yang luar biasa,” ujar Thompson. “Untuk memiliki rasa percaya diri tersebut, tidak takut menghadapinya, hingga akhirnya rekan setimnya percaya pada dia.
“Biasanya, ketika Anda adalah pemain muda yang masuk ke tim utama, Anda akan patuh dengan apa yang dikatakan para pemain senior. Saya pernah mengalami itu di Liverpool saat masih menjadi pemain muda yang menembus tim utama. Anda tahu di mana urutan Anda. Namun bagi dia untuk menunjukkan karakter tersebut, saya menyukainya. Dia punya kualitas untuk menjadi lebih baik dan mengambil tanggung jawab.”

Alexander-Arnold memaksimalkan potensi dan kepercayaan Klopp dengan mengukir total 32 penampilan di semua kompetisi musim ini, selagi ia sukses menyumbang tiga gol dan tiga assists.
Catatan apik tersebut mengantarnya masuk dalam daftar 23 pemain yang disertakan Inggris untuk Piala Dunia 2018, namun sebelum itu ia antusias menyambut tantangan menghadapi salah satu pemain terbaik dunia yakni Cristiano Ronaldo di final Liga Champions.
“Karena Ronaldo adalah salah satu yang terhebat, mungkin salah satu yang terbaik yang pernah ada, ini tentu merupakan sebuah kehormatan untuk mudah-mudahan bisa melawan dia,” kata Alexander-Arnold dikutip dari Sky Sports News.
“Kalian tahu banyak hal soal dia dan juga sosok seperti [Lionel] Messi karena kalian melihatnya di YouTube ketika tumbuh kembang. Anda selalu menyaksikan aksi dari para pemain seperti itu.
“Saya ingin menantang diri saya dan menguji kemampuan saya melawan pemain terbaik di dunia dan di luar sana tidak ada banyak pemain yang lebih baik dari Ronaldo.
“Ini akan menjadi tantangan besar untuk semuanya dan mudah-mudahan kami bisa keluar sebagai pemenang.”
Terlepas apakah nanti Alexander-Arnold bisa membendung Ronaldo atau tidak, hampir bisa dipastikan bahwa tidak ada pemain di bawah usia 20 tahun yang mengalami perkembangan pesat seperti dirinya, sebagaimana perjalanan kisahnya pada 2018 ini belum berakhir karena masih ada momen lain yang bisa diukir.

