Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
FBL-EUR-C1-REAL MADRID-LEIPZIGAFP
Diterjemahkan oleh

Syarat kembalinya Vinicius ke Real Madrid yang baru: Benito ungkap aturan emas

Dalam momen yang telah lama dinanti, tampaknya Real Madrid akhirnya mengembalikan wajah tim yang tak terkalahkan. Bukan hanya kemenangan atas Barcelona di Camp Nou yang menyalakan optimisme, melainkan juga tampilan kolektif yang terlihat saat menghadapi Racing Santander di El Sardinero, yang mendorong legenda klub sekaligus analis teknis Álvaro Benito untuk mengucapkan satu kalimat yang merangkum segalanya: "Sudah lama sekali aku tidak merasakan perasaan seperti ini. Jalannya kini sudah terbuka."

Analisis Benito, yang ia sampaikan bersama rekan lamanya Rafael Alkorta dalam program terkenal "El Larguero" di radio "Cadena SER", tidak berbicara tentang dua kemenangan sesaat, melainkan tentang perubahan taktis dan mental yang mendalam yang dipimpin oleh Xabi Alonso, sebuah perubahan yang menempatkan bintang tim Vinicius Junior di hadapan ujian penentu yang sesungguhnya.

Real Madrid yang baru: kolektivitas yang tak pernah kita lihat

Benito menilai bahwa yang berubah di Real Madrid bukanlah nama-namanya, melainkan gagasannya. Tim kini bermain sebagai satu kesatuan, dengan intensitas bertahan yang tinggi, kecepatan menakutkan dalam transisi dari bertahan ke menyerang, dan kemampuan yang mencolok untuk mempertahankan bola di bawah tekanan. Ini adalah trilogi yang hilang sejak awal musim.

Yang menarik di mata analis Madrid itu adalah bahwa kekompakan ini tercapai bahkan tanpa kehadiran Fede Valverde, salah satu kunci terpenting permainan. Menurut Benito, rahasianya terletak pada munculnya sosok-sosok yang memberikan keseimbangan yang sebelumnya tidak dimiliki tim, dengan Bernabé di urutan teratas.

Dalam hal ini Benito mengatakan: "Ada perasaan kerja kolektif yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Kini para pemain yang paling mampu melepaskan umpan dan menyelesaikan masalah-masalah rumit mulai dilibatkan, bahkan tanpa Valverde, yang dari posisi bek memberimu solusi umpan pendek dan panjang serta kemampuan memecah tekanan. Bernabé hadir untuk memberikan apa yang hilang di lini tengah: kemampuan menghentikan tempo, berputar, dan menggiring bola secara cerdas untuk lepas dari pengawalan. Yang terpenting dari semua itu, tim kini bekerja keras."

Ujian Eropa dan jebakan Vinicius

Setelah melewati rintangan El Clasico dan Racing, perhatian kini tertuju pada tantangan berikutnya di Liga Champions menghadapi AEK Athena asal Yunani. Benito menegaskan bahwa gaya bermain sudah tertanam dan jelas, dan yang harus dilakukan tim hanyalah melanjutkannya.

Namun gaya yang telah tertanam ini memunculkan pertanyaan terbesar: di mana posisi Vinicius Junior nantinya?

Di sini Benito bersikap tegas dan lugas. Bakat pemain Brasil itu tidak bisa diperdebatkan, tetapi integrasinya ke dalam sistem baru tidak akan otomatis atau terjamin hanya karena namanya. Tim saat ini menuntut komitmen bertahan penuh dari semua orang, dan tidak ada tempat bagi bintang yang tidak bertahan.

Ia menambahkan: "Real Madrid telah membuktikan diri mampu merebut bola dan melancarkan serangan balik mematikan. Ketika bermain cepat, merebut bola, dan menjaga kekompakannya, ia menjadi tim yang mampu melakukan apa saja. Kini kita akan melihat apa yang terjadi ketika Vinicius kembali, dan apakah ia akan menerima aturan-aturan baru ini."

Persaingan yang sehat adalah solusinya

Benito tidak ragu menggambarkan skenario tahap berikutnya, di mana persaingan untuk merebut posisi harus benar-benar setara, terlepas dari nama besar.

Ia mengusulkan sebuah solusi taktis yang mungkin ditempuh Alonso, yaitu menempatkan Arda Güler di poros ganda bersama Tchouaméni dalam laga-laga LaLiga, dengan memainkan Bernabé di sisi kanan dan Diomande yang tampil sangat impresif di sisi kiri, sehingga lapanganlah yang menjadi penentu.

Benito menutup dengan pernyataan yang sarat optimisme sekaligus kehati-hatian: "Ada laga-laga yang muat untuk semua orang, tetapi aturannya harus satu: selama semua orang menjalankan kewajiban bertahannya, saat itulah kita akan melihat siapa yang tampil terbaik secara ofensif dan menciptakan peluang. Persaingan harus adil. Sudah sangat lama sejak aku merasa bahwa segalanya akhirnya berjalan ke arah yang benar."

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google