Inter Mailand TeambildGetty Images

Suning Group Bangkrut, Inter Milan Siap Penuhi Gaji Pemain

Dilansir dari laman resmi Football Italia, Inter Milan akan memenuhi kewajiban mereka untuk membayar gaji para pemainnya ditengah kebangkrutan pemilik Nerazzurri Suning Group.

Beberapa waktu lalu, banyak media yang memberitakan tentang kebangkrutan pemilik klub Inter Milan tersebut. Pandemi covid-19 membuat kondisi finansial perusahaan tidak terkontrol, yang berurjung pada pembubaran tim Jiangsu FC, klub yang berhasil menjuarai Liga Super China November lalu.

Akibat pembubaran Jiangsu FC, Inter kemudian menjadi sorotan apakah akan ikut dibubarkan atau dijual ke pemilik lain.

Menurut kabar terbaru, selain siap membayarkan gaji, tim Milan tersebut juga telah membayar bonus kepada Manchester United untuk kesepakatan Romelu Lukaku senilai €1,9 juta.

Namun, Inter Milan dilaporkan telah memundurkan batas waktu untuk membayar bonus €1,9 juta dalam kontrak Lukaku dengan Manchester United hingga Juni 2021. Tetapi La Repubblica menyebutkan bahwa Inter sudah membayar bonus tersebut kepada Setan Merah.

Dengan tenggat waktu 31 Maret, perusahaan asal Tiongkok tersebut terus melakukan negosiasi dengan pihak-pihak lain yang tertarik untuk mendapatkan sebagian atau seluruh saham Inter, padahal waktu tersebut semakin dekat dan tinggal menghitung hari.

Suning saat ini sedang memutar otak untuk membahas kondisi perusahaan dan finansial Inter, dengan siap membayar gaji bulanan untuk Januari.

Pemilik klub tersebut memang tidak memiliki tunggakan di Inter, dengan mereka telah membayarkan semua utangnya hingga kahir tahun lalu. Jadi Nerazzurri harus membayarkan gaji mulai bulan Januari 2021.

“Saat ini, ada banyak kebingungan di sekitar klub dan orang-orang di Milan dengan mengatakan banyak hal. Namun Suning telah menjamin untuk melunasi semua utangnya hingga akhir tahun. Tidak ada ancaman tunggakan bagi Inter,” ungkap Marco Bellinazzo dilansir dari laman resmi GOAL (25/2).

Sebelumnya, memang santer diberitakan bahwa Suning akan menjual seluruh saham Inter kepada BC Partners, namun berdasarkan laporan, Suning lebih tertarik untuk menjual 30 persen saham Inter kepada PIF daripada seluruhnya ke BC Partners. (*/Yos)

Iklan
0