Kekalahan telak 4-1 dari Persela Lamongan di Surajaya, Minggu (29/4), menjadi hasil yang cukup menyakitkan bagi skuad PSMS Medan. Terutama kiper PSMS, Dhika Bhayangkara yang kembali harus memungut bola empat kali dari gawang.
Apalagi hari itu tepat menjadi ulang tahun Dhika yang ke-27. Eks kiper PS TNI (sekarang PS TIRA) itu mengakui, jika itu menjadi hasil yang buruk di hari spesialnya.
"Ini pasti menyakitkan buat saya dan tim. Ini kado ulang tahun terburuk dan penampilan yang tidak bisa saya terima," kata Dhika, kepada Goal Indonesia.
Dhika kini sudah kebobolan delapan gol sejak menggantikan Abdul Rohim yang cedera. Sebelumnya dia juga kemasukkan empat gol ketika PSMS kalah 4-1 dari PSIS Semarang. Namun Dhika juga patut mendapat apresiasi saat menjaga gawangnya cleansheet, saat tim Ayam Kinantan menang 1-0 atas Perseru Serui.
"Tentu situasi ini membuat saya sedikit down, dan saya selalu berusaha untuk keluar dari situasi ini," kata eks kiper Persija U-21 ini.
Apalagi di media sosial PSMS maupun akun pribadinya banyak komentar negatif yang menghujatnya karena dianggap tak cukup maksimal mengawal gawang PSMS. Dhika pun menerimanya dengan lapang dada.
"Ya, saya terima apapun itu komentarnya, semakin banyak komentar saya semakin sadar bahwa PSMS Medan adalah tim yang besar dan pemain harus selalu dituntut menampilkan penampilan terbaik," kata kiper asal Jawa Barat itu.
Dhika akan menjadikan hal itu motivasi untuk bangkit. Dia segera move on saat PSMS menjamu Barito Putera di Stadion Teladan, 5 Mei mendatang. "Mau tidak mau di kandang kami harus menang agar kembali ke zona aman. Kami siap bangkit," tegasnya.(gk-71)

