Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Subangkit - PSIS SemarangGoal / Abi Yazid

Subangkit Masih Beri Kesempatan Kepada Ibrahim Conteh


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI MALANGIkuti di twitter


Pelatih PSIS Semarang Subangkit masih memberikan kesempatan kepada Ibrahim Conteh, sekalipun pemain asing seleksi tersebut harus diusir ke luar lapangan ketika dikalahkan Arema FC 5-3 dalam pertandingan uji coba di Stadion Gajayana kemarin.

Conteh yang dan bermain penuh emosional mendapatkan kartu kuning kedua pada menit ke-49. Subangkit akan membandingkan Conteh dengan legiun asing lainnya saat menjamu Arema di laga kedua di Magelang.

“Soal pemain seleksi dan asing, masih belum ada keputusan. Kami perlu waktu untuk memilih. Nanti di Magelang ada pemain asing yang sudah kami siapkan melawan melawan Arema. Ada dari Australia, Belanda, hingga Korea,” jelas Subangkit.

“Meskipun ada tambahan asing, saya memastikan saya tidak akan mengubah skema, dan pakem yang sudah saya miliki. Justru para pemain itu nanti harus bisa bermain dengan skema saya untuk melawan Arema.”

Selain performa Conteh, Subangkit juga menyoroti penampilan penjaga gawang anyar Sendri Johansah di babak pertama yang menyebabkan Arema mampu mencetak dua gol.

“Kami memiliki kiper yang sangat bagus. Sebelumnya kiper kami adalah starter di Persibat Batang. Namun perlu diakui secara mental dia masih belum baik, dan perlu jam terbang yang lebih. Saya pikir dia akan terus berkembang lebih baik lagi,” terangnya.

Secara keseluruhan, Subangkit menilai kekalahan bukan disebabkan skill ataupun taktikal. Namun, lebih kepada kekalahan mental bertanding. Menurut Subangkit, anak asuhnya yang kebanyakan berasal dari Liga 2 perlu waktu untuk menjalani pertandingan uji coba yang berat.

“Saya pikir ini adalah laga yang cukup bagus bagi kami, karena banyak gol yang tercipta dan ini menandakan jika kami tidak bermain bertahan. Tentunya Arema adalah tim yang kuat, sementara kami berasal dari Liga 2 semuanya, sehingga hasil ini sudah bagus menurut saya,” tutur Subangkit.

“Kami tidak mengalami banyak perubahan sebenarnya dibandingkan melawan PPSM beberapa waktu lalu. Kami bisa bikin empat gol dengan hasil kerjasama seperti yang terjadi pada laga ini, karena kami juga bermain dengan terkoordinir.” (gk-48)

Footer Goal Indonesia Instagram
Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google