OLEH DONNY AFRONI & AURELIUS BALAKOSA
Pelatih PSIS Semarang Subangkit belum bisa memberikan penilaian penuh kepada gelandang Akhlidin Israilov ketika mengalahkan Arema FC 6-5 melalui drama adu penalti di Stadion Palaran, Samarinda, Jumat (23/2) malam WIB.
Dalam laga perdana Grup A turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) ini, Subangkit memasukkan Israilov pada menit ke-62 menggantikan M Yunus. Secara keseluruhan, Subangkit melihat pemain asal Kyrgyzstan ini memiliki kemampuan yang baik. Kehadiran Bruno Silva juga membuat daya sengat PSIS lebih baik.
“Kami ada dua pemain baru, walau pun yang satu, Petar [Planic], tak bisa main. Dengan adanya Bruno di depan, kami lebih tajam. Akhlidin kemarin [Kamis] baru datang, dan sempat latihan sekali saja. Saya belum lihat penampilan terbaiknya. Tapi saya lihat dia pemain yang bagus,” tutur Subangkit.
Subangkit juga memuji semangat anak asuhnya yang mampu bangkit setelah tertinggal gol cepat Arema. Setidaknya, kemenangan ini menjadi obat bagi pemain setelah menelan kekalahan dari Arema di tiga pertemuan sebelumnya.
“Memang di 15 menit kami sedikit ceroboh. Dalam 90 detik kami sudah kebobolan lewat serangan balik mereka. Setelah itu saya instruksikan anak-anak untuk menekan, kalau tidak akan dimain-mainkan oleh Arema. Itu berhasil, karena intensitas serangan kami menjadi lebih bagus,” beber Subangkit.
Namun kemenangan ini memakan korban, karena Bruno terpaksa dilarikan ke rumah sakit Moeis Samarinda setelah mendapatkan cedera. Namun kondisi Bruno dianggap tidak mengkhawatirkan setelah menjalani computerized tomography (CT) Scan. Kendati demikian, hal itu membuat CEO PSIS AS Sukawijaya meradang.
“Saya menyesalkan kejadian ini. Permainan PSIS yang cepat tampaknya membuat pemain lawan frustrasi, dan menghentikan dengan cara mencederai. Sekarang sudah sadar. Kami cek ada luka dalam, atau gegar otak, atau tidak dengan CT scan. Saya harapkan Bruno segera pulih,” ucap Yoyok dihubungi Goal Indonesia. (gk-18)



