LIPUTAN RIZKAART CENDRADIPUTRA DARI BOGOR
Striker muda PS TNI Gustur Cahyo Putro menegaskan siap bersaing dengan marquee player Elio Martins, dan ujung tombak asing Aboubacar Sylla guna memperebutkan posisi di tim inti.
Kehadiran Martins memang membuat persaingan di barisan depan makin sengit, dan mengancam peluang Gustur tampil sebagai starter. Walau begitu, Gustur tidak merasa terpinggirkan, dan ingin menyerap ilmu yang dimiliki Martins.
SIMAK JUGA: Martins Siap Main Lawan Bhayangkara FC
“Saya pribadi merasa senang. Saya justru bisa belajar banyak dari marquee player tersebut. Saya santai saja, dan menyerahkan semua keputusan kepada pelatih. Jika saya diturunkan, saya akan bersuaha maksimal,” ucap Gustur dihubungi Goal Indonesia.
“Saya sama sekali tidak merasa terancam, justru itu saya jadikan pelecut semangat agar berlatih lebih keras lagi.”
SIMAK JUGA: PS TNI Undang Ivan Kolev
Pemuda kelahiran Magelang 11 Januari 1997 ini juga siap jika posisinya digeser pelatih demi mengakomodir Bruno dan Sylla. Meski demikian, ia merasa lebih nyaman jika mendapat tandem di lini depan.
“Memang posisi asli saya sayap kanan dan kiri, tapi saya sudah punya komitmen dimainkan di posisi manapun, dari menit berapa pun. Saya siap untuk kemajuan PS TNI,” lanjut Gustur.
“Saya lebih suka duet, soalnya kerja menjadi lebih enak, dan nyaman. Kalau pakai striker tunggal, postur saya terlalu kecil untuk duel dengan stoper jangkung seperti Vladimir [Vujovic] kemarin.”
SIMAK JUGA: PS TNI Rekrut Striker Portugal Sebagai 'Marquee Player'
Sejauh ini, Gustur telah mengoleksi dua gol, dan satu assist di laga awal Liga 1 2017. Gustur mengutarakan, penampilannya itu tak lepas dari latihan tambahan dan kritik pelatih.
“Di saat pelatih tidak ada latihan, saya mencoba latihan tambahan sendiri untuk mengasah kemampuan shooting. Kemarin saya sempat dikritik sama pelatih waktu uji coba lapangan,” pungkasnya. (gk-61)

