Pelatih AC Milan Stefano Pioli mengakui, timnya tidak berada di antara mereka yang berstatus favorit memenangkan gelar juara Liga Europa musim ini.
Hal ini diungkapkan Pioli jelang laga kontra Rennes di babak 32 besar Liga Europa, Jumat (16/2) dini hari WIB.
Di mata Pioli, jatuhnya Milan dari ajang Liga Champions ke Liga Europa bukanlah satu catatan positif. Menurutnya, itu adalah kemunduran dan tim harus mawas diri bahwa mereka bukan favorit juara di kompetisi kasta kedua Eropa ini.
"Tim di level ini selalu sulit. Kami punya banyak waktu untuk mempelajari Rennes. Mereka sangat bertalenta dan harus dihadapi dengan perhatian dan kehati-hatian tinggi," kata Pioli dalam konferensi pers jelang laga.
"Ini kompetisi yang sangat penting. Jelas, ini adalah satu step di bawahnya, yakni Liga Eruopa. Tapi di sana ada Liverpool, Bayer [Leverkusen]. Milan tidak pernah menjuarai Liga Europa," katanya lagi.
"Meski begitu, kami ingin menjadi tim ambisius. Segalanya akan ditentukan dalam sepekan," ucap sang juru taktik.
"Kekecewaan tersingkir dari Liga Champions masih melekat. Tapi, mau tak mau kami harus memiliki tujuan. Kami tidak boleh menghabiskan energi memikirkan tentang apa yang mungkin terjadi dan apa yang tak akan terjadi," urai Pioli.
Di mata Pioli, kompetisi Eropa jauh berbeda dengan ajang domestik. Untuk bercita-cita menjadi juara, tim harus berada dalam kondisi terbaiknya setiap saat. Hal itu, bagi Pioli, saat ini tak ada di tubuh timnya.
"Kita semua tahu bahwa di ajang Eropa, Anda harus berada di kondisi terbaik di setiap malam pertandingan. Ini bukan seperti liga," pungkas Pioli.
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)