Pelatih Persija Jakarta Stefano Cugurra menilai kekalahan 2-0 dari Bali United di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (17/7) malam WIB, akibat kegagalan tim besutannya memaksimalkan peluang.
Cugurra mengatakan, penyelesaian akhir menjadi kendala bagi Persija di pertandingan ini. Meski demikian, pelatih asal Brasil ini enggan menyalahkan pemainnnya.
“Kami mendapat beberapa peluang, tapi tidak bisa mencetak gol. Ini disebabkan akurasi yang kurang. Sedangkan Bali pakai serangan balik, punya konsentrasi lebih, dan bisa cetak dua gol,” ujar Teco, sapaan Cugurra.
“Kami tidak perlu mengkritik pemain, karena kami kalah sebagai tim, bukan satu pemain. Yang jelas kami tidak bisa memaksimalkan peluang menjadi gol.”
Terlepas dari penyelesaian akhir, Teco memaklumi performa anak asuhnya yang tidak maksimal. Hal itu disebabkan jadwal padat Macan Kemayoran dalam satu bulan ini sebagai buntut penundaan beberapa pertandingan.
“Di mulai dari Persebaya, kami menjalani delapan pertandingan dalam 30 hari ini, dan itu sangat sulit buat pemain. Apalagi kami juga bermain di tempat netral, sehingga waktu persiapan habis digunakan untuk perjalanan,” keluh Teco.
“Ini bukan keberuntungan buat kami, karena kami mendapatkan beberapa peluang. Kami lalu kehilangan konsentrasi. Semoga ke depannya bisa lebih baik,” tambah gelandang Sandi Darma Sute.
Goal




