Pelatih Bali United Stefano Cugurra mengkritik perubahan jadwal yang sering dilakukan operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB), karena memberikan dampak buruk kepada pemain.
Berdasarkan revisi yang dikeluarkan PT LIB, Bali United terpaksa menjalani empat laga tandang beruntun. Selepas menjamu PSIS Semarang, Sabtu (22/6), Bali United tandang ke kandang Kalteng Putra pada 26 Juni. Empat hari kemudian, mereka bertamu ke markas Perseru Badak Lampung FC.
Laga tandang Bali United terus berlanjut ke Banjarmasin pada 9 Juli untuk menghadapi Barito Putera, sebelum awayday ditutup di Stadion Surajaya pada 17 Juli melawan Persela Lamongan.
“Saya rasa ini tidak bagus untuk pemain. Ketika kami harus menjalani pertandingan tiga hari sekali, tentu sangat tidak ideal. Kami akan menempuh perjalanan lewat udara satu hari, dan hanya tersisa dua hari untuk persiapan dimana satu hari diantaranya untuk recovery,” cetus Teco, sapaan Cugurra dilansir laman resmi klub.
“Saya pikir kami sudah menerima jadwal pertandingan sebelum kompetisi dimulai. Tapi sekarang beberapa kali ada perubahan. Tentu kami menyayangkan hal ini. Namun apapun itu, kami harus jalani, karena keputusan sudah diambil.”
Kondisi ini memaksa Teco melakukan perubahan program secara mendadak. Menurutnya, program laga tandang harus disesuaikan dengan jadwal penerbangan, sehingga anak asuhnya tetap berada dalam kondisi siap tempur.
“Program latihan pastinya berubah, apalagi kami akan bermain tandang. Banyak hal yang harus kami pikirkan, seperti tiket keberangkatan untuk menyesuaikan dengan program latihan kami di sana,” kata Teco.
