OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Manchester City terus melaju kencang di puncak klasemen Liga Primer Inggris, usai pecundangi Leicester City lewat skor meyakinkan 2-0, pada matchday 12, Sabtu (18/11) malam WIB.
Selain mengukuhkan posisi The Citizens di singgasana klasemen sementara, kemenangan ini juga meresmikan gelandang andalannya, Kevin De Bruyne, sebagai pemain paling efektif dalam sejarah EPL.
Satu gol-nya ke jala Leicester, membuat pemain internasional Belgia tersebut sudah memproduksi 50 gol dari hanya 76 penampilannya di EPL yang dilakoninya bersama Chelsea dan City kini.

Jumlah itu tersebar lewat 16 gol dan 34 assist. Seperti dilansir Opta, rasio 0,66 gol per partai milik De Bruyne di EPL ternyata lebih efektif dari gelandang manapun dalam sejarah kompetisi sepakbola tertinggi di Inggris tersebut.
Fakta ini jelas membuat De Bruyne lebih mudah mencari alasan agar gajinya naik sesuai keinginannya, dalam proses negosiasi perpanjangan kontrak yang tengah dibahasnya bersama City.
Selain itu, Chelsea dan Jose Mourinho sudah pasti menyesal telah membiarkan talenta sehebat De Bruyne melayang ke pelukan tim rival.


