Brad Jones (Liverpool)Getty Images

Wajah Starting XI Terburuk Manchester United Vs Liverpool Dalam Sedekade Terakhir

Manchester United dan Liverpool akan bertarung mempertaruhkan gengsi dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-34, Minggu (2/5) malam WIB ini, sebagaimana tuan rumah berambisi menyegel urutan dua teratas sedangkan rivalnya itu berusaha masuk empat besar.

Liverpool merupakan juara Liga Primer di gelaran musim lalu, namun banyaknya pemain andalan yang tumbang karena cedera membuat mereka keteteran. The Reds bahkan sudah dipastikan takkan meraih trofi apa pun di musim 2020/21 ini, padahal sebelumnya mereka digadang-gadang sebagai tim terbaik setelah tampil konsisten dalam dua gelaran sebelumnya, di mana mereka meraih poin lebih dari 90.

United juga semakin meningkat di bawah arahan Ole Gunnar Solskjaer dan sekarang menempati posisi runner-up di tabel klasemen. Dengan kombinasi pemain senior dan muda, klub penghuni Old Trafford itu perlahan mulai mencuri perhatian dan bukan tidak mungkin mereka bisa jadi ancaman nyata pada musim depan.

Meski begitu, jauh sebelum ini kedua tim sama-sama punya titik buruk dalam perjalanannya, dan kita bahkan bisa menyusun XI medioker berikut.

Kiper: Brad Jones (Liverpool)

Brad Jones (Liverpool)Getty Images

Penjaga gawang asal Australia ini dipilih Brendan Rodgers untuk menggantikan Simon Mignolet yang dicadangkan dalam lawatan ke Old Trafford pada Oktober 2014. Itu merupakan penampilan Liga Primer pertama bagi Jones dalam 21 bulan terakhir, dan performanya tak tertolong dengan timnya kalah telak 3-0.

Bek Kanan: Andre Wisdom (Liverpool)

Andre Wisdom (Liverpool)Getty Images

Wisdom merupakan pemain internasional Inggris U-21 sebelum mengukir debutnya di tim utama Liverpool. The Reds punya ekspektasi tinggi terhadap Wisdom sejak memberinya kontrak jangka panjang setelah tampil delapan kali di Liga Primer. Adapun kontrak baru itu ia teken beberapa hari sebelum kalah 2-1 melawan United di Old Trafford di musim 2012/13. Dan setelah itu, ia hanya tampil lima kali di Liga Primer, termasuk kameo saat balik mengalahkan Setan Merah 1-0 di Anfield.

Bek Sentral: Paddy McNair (Manchester United)

Paddy McNair (Manchester United)Getty Images

Karier McNair mengalami penurunan drastis setelah meminta Jose Mourinho untuk membiarkannya pergi secara permanen, padahal sang manajer awalnya hanya ingin meminjamkannya. “Saya ingin pergi ke Sunderland dan tampil di Liga Primer setiap pekan.” Akan tetapi, itu terbukti sebagai kesalahan besar. Jauh sebelum itu, ia pernah tampil sebagai bek sentral menggantikan Phil Jones di menit terakhir dalam kemenangan 3-0 melawan Liverpool pada 2014 di era Louis van Gaal. Kini, McNair tercatat bermain untuk Middlesbrough di Liga Championship.

Bek Sentral: Steven Caulker (Liverpool)

Steven Caulker (Liverpool)Getty Images

Antara Caulker dan McNair, duo bek sentral ini secara total hanya memiliki dua menit bermain dalam pertarungan United vs Liverpool. Caulker sendiri merupakan salah satu rekrutan aneh The Reds, dengan ia turun di detik terakhir saat menang 1-0 atas United pada 2016. Jika dihitung, Caulker hanya mencatatkan tiga penampilan Liga Primer untuk Liverpool dan empat menit bermain.

Bek Kiri: Cameron Borthwick-Jackson (Manchester United)

Cameron Borthwick-Jackson (Manchester United)Getty Images

Di paruh kedua musim 2015/16, Borthwick-Jackson awalnya terlihat seperti bersaing dengan Luke Shaw untuk posisi bek kiri di Old Trafford. Van Gaal jelas mengagumi lulusan akademi tersebut, yang mencatatkan 16 penampilan untuk tim utama termasuk saat menang 1-0 melawan Liverpool di Anfield. Dan atas rekomendasi sang manajer, United memberi pemainnya itu empat tahun kontrak di waktu yang sama saat Marcus Rashford memperpanjang masa tinggalnya. Namun sejak Van Gaal pergi, karier Borthwick-Jackson mengalami penurunan dan ia tidak pernah lagi memperkuat Setan Merah. Ia kini bermain untuk klub League Two Oldham di usianya yang baru 24 tahun.

Sayap Kanan: Lazar Markovic (Liverpool)

Lazar Markovic (Manchester United)Getty Images

“Rekrutan menarik,” kata Rodgers setelah Liverpool menebus sang winger senilai 20 juta poundsterling dari Benfica pada musim panas 2014. “Dia adalah karakter yang lapar untuk menjadi lebih baik dan berkembang.” Pada akhirnya, penilaian itu salah dan sang pemain tidak menunjukkan perkembangan apa pun. Kariernya di Anfield lebih banyak berakhir dengan jalan peminjaman, seperti ke Fenerbahce, Sporting CP, Hull City dan Anderlecht sebelum dilepas secara cuma-cuma ke Fulham.

Gelandang Sentral: Morgan Schneiderlin (Manchester United)

Morgan Schneiderlin (Manchester United)Getty Images

Transfer Schneiderlin dari Southampton disambut optimistis oleh para pendukung United, pasalnya ia merupakan pilar utama yang tampil cukup cekatan di klub lamanya. Ia memang tidak buruk namun terlihat bukan pemain yang tepat untuk Setan Merah sebelum akhirnya dijual ke Everton 18 bulan setelah kedatangannya. Selama memperkuat United, Schneiderlin turun sebanyak tiga kali melawan Liverpool di semua kompetisi, dengan dua di Liga Primer dan satu di Liga Europa - semuanya terjadi di musim 2015/16.

Gelandang Sentral: Luis Alberto (Liverpool)

Luis Alberto (Liverpool)Getty Images

Sang gelandang mengukir debutnya untuk Liverpool di tujuh menit terakhir dalam kemenangan 1-0 melawan United pada September 2013, namun ia tidak pernah dipercaya untuk menjadi starter di Liga Primer. Alberto kemudian hanya mencatatkan 14 penampilan di semua kompetisi sebelum dipinjamkan ke Malaga dan Deportivo La Coruna. Sekarang ini ia malah menjadi bintang di klub Serie A Lazio di bawah pelatih Simone Inzaghi.

Sayap Kiri: Shinji Kagawa (Manchester United)

Shinji Kagawa (Manchester United)Getty Images

“Shinji Kagawa adalah salah satu pemain terbaik di dunia dan sekarang dia bermain 20 menit di Manchester United - di sayap kiri! Hati saya hancur. Sungguh, saya menangis.” Well, keringkan air matamu, Jurgen Klopp. Karena Kagawa tidak begitu bagus sejak Van Gaal menggantikan David Moyes. Apakah itu salah Sir Alex Ferguson karena pensiun tak berapa lama setelah bintang Jepang itu pindah ke Old Trafford? Yang pasti, Kagawa hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa memenuhi tuntutan.

Penyerang: James Wilson (Manchester United)

James Wilson (Manchester United)Getty Images

“James adalah salah satu bakat muda Inggris paling cerah dan kami senang dia meneken kontrak baru,” kata Van Gaal pada September 2015 ketika Wilson mendapatkan perpanjangan empat tahun. Sang striker malah bermain delapan menit di Liga Primer setelah itu, sejak diberi debut oleh Ryan Giggs sebelum Van Gaal memainkannya 17 kali di musim pertamanya. Wilson mengalami penurunan karier yang cukup drastis dan kini memperkuat Salford City di League Two.

Penyerang: Iago Aspas (Liverpool)

Iago Aspas (Liverpool)Getty Images

Iago Aspas merupakan anomali. Karena setelah dicap ‘flop’ di Liverpool, ia justru tampil tajam bersama klub LaLiga Sevilla pada 2014/15 dengan gelontoran sepuluh gol dari 26 penampilan di semua kompetisi. Semusim berselang ia pulang ke Celta Vigo dan menjadi mesin gol di sana. Ia tercatat mengemas 115 gol dari 224 penampilannya di semua ajang dan bermain 18 kali untuk tim nasional Spanyol dengan sumbangan enam gol.

Inilah XI Terburuk Derbi North-West Sedekade Terakhir!

XI Terburuk Derbi North-WestGoal Indonesia/Playing Surface

Saksikan Tayangan Langsung Dan Cuplikan Pertandingan Kompetisi Top Dunia mulai Liga Inggris, Liga Jerman, Liga Belanda, Copa Libertadores, Kualifikasi Piala Dunia hingga UEFA Nations League hanya di www.mola.tv dan Simak Jadwal Lengkap Pertandingan di Instagram @molatv.sport dan  KLIK UNTUK BERLANGGANAN !

Baca juga: Cara Mudah Berlangganan Mola TV & Nonton Siaran Langsung Liga Inggris

Iklan
0