Kegagalan mengantisipasi umpan silang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pelatih caretaker Sriwijaya FC Hartono Ruslan menghadapi dua pertandingan sisa Liga 1 2017.
Hartono mengatakan, pemain kembali lengah dalam mengantisipasi umpan silang ketika mereka ditahan Bali United 2-2, Rabu (19/7) malam WIB. Di laga ini, Bali United memanfaatkan postur tubuh pemain mereka yang jangkung untuk menjebol gawang Sriwijaya FC.
SIMAK JUGA: Bali United Paksa Sriwijaya FC Main Imbang
“Sebenarnya kalau kami mengantisipasi, bisa kami atasi. Dari cara mengambil timing-nya, posisinya. Tapi memang gol-gol ke gawang kami itu selalu berasal dari bola crossing. Itu harus terus dipebaiki. Kelemahan kami di situ,” tutur Hartono.
“Waktu kami lawan Arema juga kan seperti itu. Tiga gol masuk di kami semua dari bola crossing. Hari ini [Rabu malam] kami dua gol, juga mulai dari proses crossing. Jelas ini jadi PR bagi kami untuk laga ke depan.”
SIMAK JUGA: PREVIEW Liga 1: Sriwijaya FC - Bali United
Suksesor Oswaldo Lessa ini juga membantah jika anak asuhnya lambat panas. Kebobolan dulu oleh Sylvano Comvalius di menit ketiga, baru dibalas Alberto Goncalves dan Yanto Basna pada menit ke-40 dan 54. Sriwijaya FC gagal mendulang angka penuh setelah Nick van der Velden menyamakan kedudukan di menit ke-64.
“Saya kira anak-anak tidak lambat panas. Dari awal temponya memang sudah tinggi. Kami sudah saling serang. Anak-anak sudah main luar biasa malam ini. Lihat saja di babak kedua, kami beberapa kali buat peluang buat gol. Bisa dibilang anak-anak belum beruntung,” ucap Hartono.
SIMAK JUGA: Hartono Sebut Bali United Tetap Berbahaya Tanpa Irfan Bachdim
Di sisi lain, gelandang Yu Hyun Koo menyampaikan permintaan maaf gagal memberikan kemenangan kepada pendukung mereka. Kapten Sriwijaya FC ini mengucapkan terima kasih atas dukungan suporter.
“Kami sudah sungguh-sungguh, tapi kami belum bisa menang. Kami masih ada sisa banyak bertanding. Ke depan kami akan main ke Gersik, kami harus cari poin maksimal di sana,” ujar Yu Hyun Koo. (gk-70)




