LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA
Keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menunda kepastian Bhayangkara FC menjadi kampiun musim ini setelah menundukkan Madura United 3-1 di Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (8/11) malam WIB, tidak membuat pelatih Simon McMenemy gusar.
PT LIB masih menunggu banding Mitra Kukar terkait keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI yang menyatakan Bhayangkara FC menang walk-over (WO) 3-0. Menurut McMenemy, Bhayangkara FC musim ini lebih baik dari tim mana pun.
“Saya hanya melakukan tugas saya, saya hanya mempedulikan sepakbola. Beberapa wartawan menanyai hal tersebut, saya bisa katakan tidak peduli akan hal itu, meskipun memberikan dampak sangat besar di klasemen sekalipun. Kami memenangkan pertandingan lebih banyak dari tim lain, kami juaranya,” tegas McMenemy.
“Tidak peduli apapun yang diputuskan oleh Komdis PSSI, saya tetap bangga menjadi pelatih Bhayangkara, karena tidak menutupi fakta pemain berjuang sangat keras sepanjang musim ini, dan pantas mendapatkan apa yang sudah dicapai. Jadi kami akan menikmati merayakan gelar. Saya sangat senang.”
“Para pemain ini sangat-sangat bagus selama musim ini. Kami mengalahkan tim kuat baik kandang dan tandang, dan mereka masih sangat muda. Kami bermain bersama, dan nyaris tak terkalahkan. Jadi kenapa kita tidak mengucapkan terima kasih kepada para pemain yang telah melakukan segalanya.”
Terkait duel melawan Madura United, McMenemy mengatakan, Laskar Sape Kerrab telah memperlihatkan permainan bagus, dan tidak menyerah sekalipun mereka kalah jumlah pemain.
“Madura tim yang berada di papan atas. Meskipun mereka bermain dengan delapan pemain, mereka tetap tim besar. Tetapi hanya satu tim yang akan memenangkan laga. Saya luar biasa sangat bangga,” ujarnya.
“Saya punya pemain yang sangat mau bekerja keras, dan punya mental bagus seperti di pertandingan ini. Semua tahu beberapa tekel bisa sangat berbahaya, dan beberapa kartu dikeluarkan. Mereka mungkin termotivasi akan sesuatu, tapi saya tidak paham akan hal itu.” (gk-62)





