Para Pemain Yang Luput Dari Panggilan Seleksi Timnas Indonesia U-22

Komentar()
Goal / Abi Yazid
Sejumlah nama layak diberi kesempatan untuk berjuang demi berkostum Garuda Muda.

PSSI sudah merilis daftar 38 pemain yang akan menjalani pemusatan latihan (TC) bersama timnas Indonesia U-22, mulai 7 Januari, di Jakarta. TC tersebut masih merupakan tahap seleksi untuk bisa menembus skuat Garuda Muda.

Pelatih Indra Sjafri mengedepankan pemain yang telah membela klub dan berkompetisi. Catatan penting lainnya, jelas pemain tersebut harus benar-benar mendapat menit bermain yang layak bersama klubnya sepanjang 2018.

Sayangnya, masih ada nama yang sebenarnya masih minim jam terbang bersama klubnya. Seperti Dalmiansyah Matutu dari Arema FC, yang sama sekali tak tampil di Liga 1, dan hanya belasan menit tampil di babak awal Piala Indonesia.

Goal Indonesia coba merangkum beberapa pemain yang masih belum mendapat kesempatan untuk seleksi timnas U-22, namun sebenarnya sudah mendapat jam terbang bagus dan punya kualitas yang tak bisa dipandang remeh.

Nadeo Argawinata

Penjaga gawang milik Borneo FC ini mengemas 19 penampilan selama kampanye LIga 1 2018. Sibuknya Ridho Djazulie bersama timnas Indonesia membuat Nadeo banyak tampil mengawal gawang Pesut Etam.

Meski sejatinya usia Nadeo masih bisa masuk hitungan U-22, namun dari empat penjaga gawang yang masuk panggilan timnas U-22 awal ini, tak ada nama Nadeo. Posisi itu dihuni Muhammad Riyandi, Awan Setho, Satria Tama, dan Hilman Syah.

Nadeo Argawinata - Kiper Borneo FC

Gunansar Mandowen

Posisi gelandang memang sesak di timnas U-22, namun di situ tidak ada nama pemuda milik Persipura Jayapura, Gunansar Mandowen. Padahal ia mengemas 22 penampilan dan membukukan dua gol sepanjang kompetisi musim lalu.

Sebenarnya Gunansar pernah mencoba peruntungan untuk menembus skuat timnas U-19 tahun lalu, namun ia tak terpilih. Mungkin dasar itu juga yang membuat Indra merasa yakin bahwa pemain kelahiran tahun 2000 ini belum sesuai kebutuhan.

Gunansar Mandowen - Persipura

Syafril Lestaluhu

Youngster Persib U-19 yang tak tergantikan sebagai kapten dan jenderal lini tengah tim selama dua musim beruntun. Ia membawa Persib U-19 menjadi runner-up Liga 1 U-19 2017, dan menggondol trofi pada kompetisi musim 2018 lalu.

Tubuh kecilnya tak membuat Syafril ciut untuk berduel mempertahankan bola di lini tengah, sekaligus mengatur tempo permainan. Sayangnya bermain di level kompetisi U-19 belum bisa memenuhi syarat untuk dipantau tim timnas U-22.

M. Syafril Lestaluhu - Persib Bandung U-19

Habel Boas Isir

Meski masih belia, Habel Boas Isir menjadi benteng kokoh pertahanan Perseru Serui musim 2018 lalu. Dengan tinggi 180 cm lebih, ia mengemas 18 penampilan serta menjaringkan satu gol.

Sama seperti Gunansar, Habel pernah gagal menembus timnas U-19. Namun ia menunjukkan perkembangan pesat selama tahun 2018, terlebih jam terbangnya yang cukup diasah dengan duel melawan striker asing Liga 1.

Jayus Hariono

Begitu banyak pemain Arema FC yang mendapat panggilan untuk timnas U-22, namun tidak ada nama Jayus Hariono. Pemain berusia 21 tahun ini cukup mendapat jam terbang ketika Arema ditukangi oleh Milan Petrovic.

Ia mampu menutupi absennya Hanif Sjahbandi yang cedera pada pekan-pekan akhir kompetisi, dan tampil konsisten. Permainan dengan mobilitas tinggi serta ngotot jadi ciri khas mantan pemain Persekam Metro FC ini.

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Ketua Ultras Inter Milan Didakwa Membunuh
2. Ini Perbandingan Solskjaer & Mourinho Menurut Pogba
3. Jual Philippe Coutinho Jadi Penyesalan Terbesar Inter
4. Marcus Rashford Tolak Real Madrid
5. Semua Transfer Top Musim Dingin 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Artikel Selanjutnya:
REVIEW Piala Asia 2019: Vietnam Buka Asa Lolos
Artikel Selanjutnya:
Hansamu Yama Berharap Lebih Lama Di Persebaya Surabaya
Artikel Selanjutnya:
Arsenal Tak Mampu Tebus Yannick Carrasco
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Piala Asia Grup C: Korea Selatan Jaga Kesempurnaan
Artikel Selanjutnya:
Inter Milan Favorit Dapatkan Mesut Ozil
Tutup