Setelah absen dari kompetisi kasta tertinggi sejak mereka degradasi pada 1946 silam, the Bees mengalami banyak momen naik dan turun selama 74 tahun kemudian, dengan mereka jatuh paling rendah ke divisi empat sebelum kembali ke Championship pada 2014.
Promosi waktu itu bertepatan dengan momen di mana pemegang saham terbesar Matthew Benham mengamankan 100 persen kepemilikan klub, dan dia adalah orang di balik proyek yang membuat Brentford berada di ambang Liga Primer.
Pada 2016 diputuskan bahwa Brentford akan menghapus akademi dan skuad pengembangan mereka, dengan tim 'B' bergaya Eropa dianggap sebagai cara yang lebih baik bagi para pemain untuk meningkatkan permainan mereka.
“Brentford tidak bisa juara dengan cara jorjoran, jadi kami harus melupakannya,” kata wakil direktur sepakbola Rasmus Ankersen kepada Bleacher Report pada 2017, dengan tim penghuni Griffin Park itu berniat memanfaatkan analisis ketika merekrut pemain.
Taktik tersebut, yang sesuai filosofi ‘Moneyball’ tim baseball Oakland Athletic, telah membawa hasil, dengan Brentford secara reguler menjual pemain demi keuntungan selagi mereka terus mengejar promosi.
Salah satu kisah tersukses terjadi pada diri Said Benrahma.
Setelah disingkirkan oleh Nice dan menghabiskan dua musim sebelumnya dengan status pinjaman di Ligue 2, Benrahma didatangkan dari Prancis pada musim panas 2018, dan Brentford membayar hanya £ 2,7 juta ($3,5 juta) untuk jasanya.
Di dua musimnya bersama klub London tersebut, Benrahma terbilang sensasional, menjadi salah satu pemain paling menonjol di divisi dua.
Selama dua musim tersebut dia mencetak 28 gol dan 27 assists, termasuk tiga hat-trick. Tidak mengherankan, klub-klub yang lebih besar kini mulai mengamatinya.
Goal mengetahui bahwa sejumlah klub telah memantau pemain internasional Aljazair tersebut selama musim kampanye kali ini, termasuk Chelsea dan Arsenal.
Pemain 24 tahun itu sekarang ada dalam bidikan The Blues, meski ia bukan masuk prioritas jika dibandingkan dengan Kai Havertz dan Ben Chilwell.
West Ham dan tim promosi Leeds United juga tertarik merekrutnya, dan hampir pasti dia kan bermain di Liga Primer musim depan terlepas hasil akhir Brentford melawan Fulham.
Getty Images“Saya tidak memandang itu sebagai takdir saya, namun ini selalu menjadi target saya untuk bermain di Liga Primer dan saya benar-benar berharap untuk bermain di Liga Primer bersama Brentford,” kata Benrahma kepada The Telegraph belum lama ini.
“Saya selalu menyaksikan Liga Primer, terutama Arsenal, Manchester United dan Chelsea. Saya sering menonton ketika Cristiano [Ronaldo], Thierry Henry dan [Hatem] Ben Arfa di Newcastle bermain. Juga Samir Nasri di Arsenal. Sejak saya kecil, saya selalu ingin bermain di Inggris.”
Benrahma, yang tampil moncer sejak pindah dari posisi kanan ke kiri pada Januari 2019, membangum trio di Championship yang bertalenta.
‘The BMW’ - yang terdiri dari Benrahma, winger Bryan Mbeumo dan penyerang sentral Olli Watkins - telah mengemas 59 gol dan 21 assists di Championship musim ini. Mereka bertiga didatangkan untuk total harga £10,3 juta ($13,5 juta).
Getty/GoalWatkins sendiri dikaitkan dengan West Ham sementara Mbeumo, yang disebut sebagai ‘Mbappe Ligue 2’ ketika didatangkan dari Troyes pada musim panas 2019, juga berpeluang menarik minat klub Liga Primer jika Brentford gagal mengalahkan Fulham di stadion nasional Inggris.
Tapi kemenangan akan menjadikan tim arahan Thomas Frank itu sebagai klub kesayangan kedua di Liga Primer pilihan fans, mengingat mereka menerapkan gaya bermain mengalir yang menarik perhatian dan efektif.
Adapun kemampuan Benrahma untuk melewati full-back lawan tanpa upaya berarti dan tendangan kerasnya dari jarak manapun merupakan salah satu dari alasan tersebut, dan jika dia bisa menampilkan performa terbaik melawan Fulham nanti, kemudian Brentford bisa saja mengakhiri malam nanti dengan berpesta.
Itu akan menjadi ‘reward’ untuk klub yang dengan bangga melakukan segalanya secara berbeda. Benrahma merupakan bukti valid untuk itu.
Untuk pemain yang disebut sebagai ‘Messi Aljazair’, Liga Primer menantimu.



