FBL-ENG-FACUP-CHELSEA-LEEDSAFP

Diterjemahkan oleh

Setelah Garnacho dan Rogers, transfer ketiga membayangi antara Chelsea dan Aston Villa

Negosiasi antara klub Aston Villa dan Chelsea terus berlanjut untuk merampungkan sebuah transaksi baru, setelah kedua klub sebenarnya telah mencapai kesepakatan yang mengatur peminjaman Alejandro Garnacho ke "The Villans" dengan klausul pembelian wajib, sebuah langkah yang menyusul penjualan pemain Aston Villa, Morgan Rogers, dalam transaksi rekor senilai 117 juta pound sterling.

Menurut surat kabar Inggris "Daily Mail", Aston Villa mengkaji kemungkinan mendatangkan penyerang asal Senegal, Nicolas Jackson, yang bergabung dengan Chelsea pada 2023 dan tidak berhasil memantapkan posisinya bersama tim, sehingga ia dipinjamkan ke Bayern Munich musim lalu, dan raksasa Bavaria itu menolak untuk membelinya secara permanen.

Struktur transaksi-transaksi ini menjadi elemen krusial bagi kedua klub, mengingat keharusan mereka untuk mematuhi regulasi Uni Sepak Bola Eropa "UEFA" terkait rasio biaya skuad, di samping perjanjian penyelesaian finansial untuk tahun 2025. Transaksi kepergian Rogers senilai 117 juta pound sterling diperkirakan akan memberikan Aston Villa laba akuntansi bersih yang melampaui 80 juta pound sterling, setelah dikurangi persentase penjualan untuk klub Middlesbrough serta nilai buku yang tersisa dari kontrak transfer aslinya pada tahun 2024.

Sebaliknya, penjualan langsung Garnacho dari Chelsea ke Aston Villa sebagai bagian dari transaksi finansial yang sama akan mendorong "UEFA" untuk mengklasifikasikan proses tersebut sebagai "transaksi barter", sehingga mengurangi laba akuntansi yang tercatat bagi kedua tim.

Bahkan jika transaksi Garnacho tuntas pada batas akhir bursa transfer tanggal 1 September, rentang waktu tersebut tetap kurang dari tenggat yang ditetapkan selama 45 hari, sehingga menyulitkan argumen bahwa kedua transaksi tersebut tidak saling terkait di hadapan komite finansial.

Meskipun ketergantungan pada opsi peminjaman dengan kewajiban pembelian juga dapat diklasifikasikan sebagai bagian dari transaksi barter, mengingat kesepakatan pembelian tersebut terjadi dalam kurun 45 hari sejak penjualan Rogers, syarat-syarat yang tercantum memberikan Aston Villa fleksibilitas lebih besar untuk mengendalikan waktu perampungan transaksi secara final, sehingga memberi mereka ruang manuver yang lebih luas dengan para pengawas finansial di Uni Eropa.

Jackson tidak bergabung dengan rombongan Chelsea yang menuju Australia untuk menjalani periode persiapan musim, karena ia menghabiskan liburannya setelah partisipasi terakhirnya di Piala Dunia, dan penyerang asal Senegal itu sebelumnya pernah bekerja sama dengan Unai Emery, pelatih Aston Villa, ketika yang terakhir menjadi pelatih Villarreal Spanyol.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google