Pemain asal Belanda, Tijani Reijnders, gelandang Al-Qadisiyah Arab Saudi, menuliskan babak baru dalam kisah sepak bolanya dengan cara yang penuh sindiran, setelah mencetak gol dalam laga timnya melawan Neom pada Senin malam, lalu merayakan gol tersebut dengan pesan yang jelas menyindir pengalaman sebelumnya bersama Manchester City.
Reijnders, yang baru saja bergabung dengan skuad Al-Qadisiyah dari Manchester City, membawa timnya meraih kemenangan atas Neom (2-0), pada pekan ketiga Liga Roshn Arab Saudi.
Reijnders mengunggah lewat akun resmi "Instagram"-nya sebuah pesan yang berbunyi: "Sepertinya serial ini telah dibatalkan, tapi kejutannya, ia pindah ke saluran lain. Musim kedua, episode pertama", sebagai isyarat bahwa perjalanannya tidak berhenti meski ia meninggalkan skuad Manchester City hanya setelah satu musim.
Kisah "musim pertama" berawal dari permulaan perjalanan Reijnders bersama Manchester City, ketika ia mencetak gol pertamanya dengan seragam tim tersebut melawan Wolverhampton pada pekan pertama Premier League musim lalu, dan saat itu ia merayakannya dengan pesan yang berbunyi: "Musim pertama, episode pertama", sebagai isyarat awal pengalamannya bersama The Citizens.
Namun akhir dari serial tersebut bersama Manchester City datang lebih cepat dari yang diperkirakan pemain Belanda itu, setelah ia meninggalkan tim hanya usai satu musim, lalu pindah ke Al-Qadisiyah dan memulai pengalaman baru di Liga Arab Saudi. Hal inilah yang mendorong sebagian suporter untuk menyindir perayaan sebelumnya dan pesan "Musim pertama, episode pertama".
Tampaknya Reijnders memutuskan untuk membalas sindiran itu dengan caranya sendiri, setelah ia mencetak golnya bersama Al-Qadisiyah melawan Neom, untuk mengumumkan awal "musim kedua", tetapi kali ini dari tempat yang berbeda, dalam sebuah pesan yang mengandung sedikit sindiran sekaligus kepercayaan diri, seolah-olah ia menegaskan bahwa perjalanannya tidak berakhir dengan kepergiannya dari Manchester City.
Dengan cara ini, Reijnders mengubah kisah kepindahannya dari Manchester City ke Al-Qadisiyah menjadi sebuah serial baru, memanfaatkan ide yang sama yang ia gunakan setahun lalu, tetapi dengan mengganti saluran dan para pemerannya, untuk memulai "musim kedua" dari pengalaman sepak bolanya dengan episode pertama yang menandai golnya ke gawang Neom.
Anda dapat membahas topik dan berita secara lebih mendalam di forum Kooora


