LIPUTAN AURELIUS BALAKOSA DARI SLEMAN
Meski merasa kecewa dengan hadiah penalti untuk tuan rumah saat bermain imbang 1-1 melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (25/5) malam WIB, pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli tetap menghormati keputusan wasit.
Semen Padang sempat unggul lebih dulu melalui gol Rosad Setiawan di babak pertama, sebelum akhirnya penalti Brian Ferreira menyamakan kedudukan, meski dalam tayangan ulang di televisi terligat Kushedya Hari Yudo terjatuh tanpa dilanggar peggawa Semen Padang, M Rifki. Namun Syafrianto enggan membicarakan penalti itu.
“Saya tidak ada komentar masalah penalti, itu haknya wasit. Silakan Anda menilai. Semua orang mengatakan itu bukan pelanggaran, tetapi itulah sepakbola. Saya menghormati keputusan wasit,” tegas Syafrianto.
“Secara taktikal kami memang menunggu, dan melakukan counter attack, dan kami memiliki beberapa peluang emas. Satu poin yang sangat berharga. Saya sangat apresiasi seluruh pemain yang bekerja keras. Satu poin pantas kami syukuri.”
Syafrianto memberikan kesempatan kepada Rosad untuk tampil sebagai starter di laga itu, mengingat Jose Sardon baru pulih dari cedera, dan tiba di Sleman beberapa saat sebelum laga. Legiun asing Semen Padang ini dimainkan di babak kedua untuk mengukur kesiapannya sebelum menghadapi Persib Bandung.
“Jose memang belum fit. Dia sengaja saya mainkan di babak kedua. Dia kami persiapkan di pertandingan melawan Persib. Rosad sebenarnya pengganti Jose, tapi malah tampil bagus. Bukan tidak mungkin Rosad tampil terus jika Jose masih tidak maksimal,” jelas Syafrianto.
Sementara Rosad bersyukur bisa mencetak gol, dan memberikan poin untuk Kabau Sirah. Rosad mengatakan, pemain bertekad sejak sebelum pertandingan membawa poin dari Sleman.
“Saya bersyukur mencetak gol, tapi ini semua berkat kerja keras pemain. Kami tahu PSS memiliki fans fanatik, namun itu tidak berpengaruh ke mental bermain. Tekad kami sejak awal bisa mencuri poin di sini,” katanya. (gk-18)

