Burnley Manchester United Premier League 2020/21Getty Images

Scott Parker Akui Manchester United Jadi Penantang Gelar Liga Primer Inggris Musim Ini

Manajer Fulham Scott Parker tak sungkan mengakui Manchester United sebagai penantang gelar Liga Primer Inggris musim ini.

Setan Merah untuk sementara menempati urutan kedua di tabel klasemen jelang lawatan mereka ke kandang Fulham di pekan ke-19, Kamis (21/1) dini hari WIB nanti, dan kemenangan bakal mengembalikan mereka ke puncak.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer tidak terkalahkan di 12 pertandingan terakhirnya di Liga Primer dengan meraih sembilan kemenangan dan tiga hasil imbang, dan Parker tidak melihat adanya alasan untuk mencoret United dari persaingan gelar.

“Mereka punya semua bahan untuk jadi penantang gelar,” aku Parker dikutip dari laman resmi klub. “Mereka punya skuad fantastis, pemain [hebat] di tiap lapangan, terutama pemain depan yang bisa mencetak banyak gol dan menimbulkan masalah buat tim lawan.

“Tentunya mereka tengah dalam tren naik, momentum ada bersama mereka, jadi ya, mengapa tidak? Saya yakin mereka adalah kandidat kuat.

“Ini akan jadi pertandingan yang sulit. Kami melawan tim yang sedang dalam performa terbaik di sini, sebuah tim yang berada di papan atas untuk sebuah alasan. Mereka punya kualitas masif di semua area lapangan.

“Namun seperti biasanya, dan selama beberapa pekan terakhir ini, saya pikir ini bisa dilihat semua orang bahwa kami sebagai sebuah tim tidak punya rasa takut.

“Kami menjalani tiap pertandingan dengan tekad ingin mencoba dan meninggalkan jejak di pertandingan dan berusaha menciptakan masalah buat siapa pun yang kami hadapi.

“Jadi tentu saja, selain memahmi kualitas yang lawan miliki, kami ingin bermain dengan kebebasan, tekad untuk menyerang, sepakbola agresif, yang mudah-mudahan bisa kami tampilkan di Rabu malam.

“Kami punya bahan-bahannya di tim ini, dengan gaya kami bermain saat ini, untuk melukai tim mana pun.”

Parker berada di generasi sama dengan Solskjaer, yang pernah ia hadapi saat masih aktif berkarier sebagai pemain dan tak sabar untuk kembali melawannya dalam kapasistas berbeda.

Ia menambahkan: “Dia dahulu adalah pemain top. Tentu saja saya ingat tiap kali dia berada di lapangan karena dia punya kebiasaan bagus mencetak banyak gol.

“Saya pernah bertemu Ole dua kali sebagai manajer, benar-benar pria yang baik, dan saya tak sabar bertemu dengannya lagi esok malam dan melawannya.”

Iklan
0