Baik suporter maupun pengamat televisi melontarkan kritik kepada pemain asal Jerman itu, yang baru masuk saat skor 1:3. Sane beberapa kali melakukan kesalahan umpan dan disoraki suporter yang kecewa. Galatasaray secara mengejutkan unggul atas tim asal Catalunya itu pada babak pertama, ketika tim tamu sudah mengendalikan permainan. Gol yang seharusnya membuat tim Turki itu unggul 2:0 dianulir. Setelah itu, Barca membalikkan keadaan dan meraih kemenangan meyakinkan.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, kemudian ditanya soal sorakan terhadap Sane dan menjawab: "Dia baru masuk setelah skor menjadi 1:3. Saat itulah permainan tim merosot. Laga ini tidak seharusnya dijadikan tolok ukur untuk menilai penampilannya."
Namun, suporter Cimbom juga umumnya tidak puas dengan penampilan Sane pada musim lalu maupun musim ini. Setelah delapan penampilan dalam pertandingan resmi musim ini, pemain sayap itu masih menunggu kontribusi pertamanya dalam terciptanya gol. Hal itulah yang tampaknya menjadi alasan utama ketidakpuasan mereka, bukan karena Sane gagal kembali membalikkan keadaan untuk Gala.
"Leroy Sane seharusnya malu! Yunus Akgün bermain, Sane duduk di bangku cadangan. Pemain kelas dunia asal Jerman duduk di bangku cadangan, bagaimana bisa?" tanya mantan pemain Sinan Engin di televisi. Ia memahami sorakan terhadap pemain menyerang itu: "Kalau Anda kalah dari tim lain di kandang, suporter bereaksi keras," tambahnya.
Apa kritik terhadap Leroy Sane di Galatasaray?
Mantan pemain tim nasional Tümer Metin juga menuding pemain asal Jerman itu bermain tanpa semangat dan kurang berupaya: "Kalau saya rekan setim Sane, saya akan mencengkeram lehernya di ruang ganti dan bertanya: 'Apa kamu sebenarnya mau membantu kami? Saya sampai kelelahan karena terus berlari!'" katanya.
Dengan demikian, Galatasaray mengawali Liga Champions dengan buruk: Sebelum kalah 1:4 dari Barcelona, tim asuhan Okan Buruk juga sudah kalah 1:3 saat bertandang ke markas Sporting di Lisabon pada laga pertama fase liga.



