Sao Paolo langsung bergerak untuk mendatangkan Andre Villas-Boas sebagai pelatih baru mereka setelah mengetahui pria Portugal itu resmi berpisah dengan Olympique Marseille.
Sebelumnya, mantan pelatih Chelsea itu secara terbuka mengumumkan kepada media bahwa dirinya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya di Stade Velodrome.
Diketahui, Villas-Boas geram dengan langkah klub mendatangkan pemain Celtic Olivier Ntcham. Pemain asal Prancis ini sebetulnya tidak dibutuhkan sang pelatih.
Atas dasar kekecewaannya itu, Villas-Boas memilih mengalah dengan mengajukan "talak" pada raksasa Ligue 1 Prancis. Hanya berselang sehari, Marseille mengabulkan keinginan Villas-Boas.
Klub pun memutuskan untuk mendepak eks pelatih Tottenham Hotspur tersebut. Kebetulan Marseille pun dalam beberapa laga terakhir mengalami rentetan hasil buruk.
“Marseille mengumumkan pemecatan Andre Villas-Boas sebagai tindakan pencegahan,” demikian pernyataan klub Selasa lalu.
“Keputusan ini tidak terelakkan mengingat perilaku baru-baru ini yang sangat merugikan Marseille dan seluruh elemennya yang berjuang setiap hari,” sambung Marseille.
“Pernyataan hari ini pada konferensi pers terkait Pablo Longoria selaku direktur olahraga klub, tidak dapat diterima,” seru klub itu.
“Investasinya yang luar biasa tidak dapat diragukan dan sebaliknya disambut positif oleh semua orang selama jendela transfer musim dingin meskipun di tengah krisis [imbas pandemi corona] yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tandas Marseille.
Diwartakan Globo Esporte, Sao Paulo terpincut untuk bekerja sama dengan Villas-Boas dan akan bergerak untuk membawanya ke kompetisi kasta teratas Brasil.
Namun, satu-satunya yang mungkin jadi kendala bagi raksasa Campeonato Brasileiro Série A itu adalah tuntutan gaji besar Villas-Boas. Di Marseille, pria 43 tahun tersebut digaji mencapai €3 juta per tahun.




