Samuel Eto'o: Pelatih Kulit Hitam Dipandang Sebagai Kelas Dua

Komentar()
AA
Eto'o bertekad mendobrak tradisi tersebut ketika nanti berkarier sebagai pelatih.

Mantan bintang Inter Milan, Samuel Eto'o mengklaim para pesepakbola berkulit hitam sulit menjalani karier sebagai pelatih karena dipandang sebagai kelas dua.

Isu rasisme kembali muncul di sepakbola Eropa, khususnya Serie A Italia setelah bek andalan Napoli, Kalidou Koulibaly menjadi sasaran akdi tak terpuji dari fans Inter pada akhir tahun lalu.

Dan legenda tim nasional Kamerun tersebut meyakini faktor warna kulit menjadi pembeda bagi jalan kiprah untuk menjadi juru taktik.

"Beberapa mantan pemain berkulit hitam enggan menjadi pelatih, bahkan jika mereka sebenarnya ingin," klaim Eto'o kepada Marca.

"Tentu saja, ada banyak pelatih asal Afrika yang punya kualifikasi, tapi tidak ada yang mempercayai mereka, tidak seperti pelatih-pelatih lainnya."

"Para pelatih yang punya perbedaan warna telah berkecil hati karena mereka dipandang sebagai warga kelas dua. Tapi tetap, saya menjadi juara di Eropa sebagai pemain dan saya harus bisa melakukannya juga sebagai pelatih."

Eto'o, 37, saat ini masih aktif bermain setelah bergabung dengan klub Qatar Stars League (QSL), Qatar SC pada Agustus lalu.

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Ini Resep India Hantam Thailand
2. Manchester United Siap Tebus Klausul Kostas Manolas
3. Strategi Juventus Rekrut Kylian Mbappe
4. Para Pemain Yang Luput Dari Seleksi Timnas Indonesia U-22
5. Barter Medhi Benatia & Aaron Ramsey Batal Terjadi
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer Banner Serie A

 

Artikel Selanjutnya:
REVIEW Piala Asia Grup C: Korea Selatan Jaga Kesempurnaan
Artikel Selanjutnya:
Inter Milan Favorit Dapatkan Mesut Ozil
Artikel Selanjutnya:
Atep Masuk Radar Bogor FC
Artikel Selanjutnya:
RESMI: Semen Padang Kontrak Bek Asal Uzbekistan
Artikel Selanjutnya:
PT LIB Jalin Kerja Sama Dengan La Liga Spanyol
Tutup