Dominasi legiun asing dalam daftar pemuncak pencetak gol terbanyak di kompetisi Indonesia dalam beberapa musim terakhir disebabkan mentalitas pemain lokal yang belum terpupuk dengan baik.
Hal itu diungkapkan Samsul Arif. Striker Barito Putera ini menyatakan, mentalitas ini yang membuat striker lokal kesulitan meraih gelar topskor. Musim lalu Sylvano Comvalius bahkan memecahkan rekor Peri Sandria sebagai pencetak gol terbanyak di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
“Kita punya potensi, saya pikir itu hanya masalah mental. Pemain Indonesia belum punya mental untuk jadi topskor, dan mungkin masih minim waktunya buat kita. Banyak striker saat ini, seperti Boaz (Solossa) dan semuanya mungkin,” ujar Samsul.
Menjalani karir perdana di luar Pulau Jawa, diakui eks Persela Lamongan ini menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya. Samsul mengaku akan mengerahkan segala upaya untuk bisa meraih hasil maksimal untuk tim asuhan Jacksen F Tiago tersebut.
“Saya punya optimisme dan motivasi tersendiri main di sini, saya sudah punya pertimbangan yang cukup matang untuk main di sini. Kalau target pribadi semua pemain pasti mau juara saya pun mau juara. Kali ini saya ada petualangan baru di luar Pulau Jawa, saya pikir harus all out,”
Samsul juga tak gentar dengan persaingan di lini depan, mengingat Laskar Antasari juga memiliki TA Musafri, Rizki Pora dan legiun asing asal Brasil, Patrick da Silva. Menurutnya persaingan positif dalam sebuah tim merupakan hal yang wajar.
“Setiap tim pasti ada persaingan di tim, saya pikir itu wajar, dan saya menyikapinya secara sehat saja berpikir untuk tim saja. Mereka pemain hebat, dan penting bagi Barito. Saya bangga kerja sama, saya mau bantu banyak untuk tim. Mudah-mudahan bekerja dengan mereka juga lancar,” imbuh Samsul.
“Kami sudah terlalu banyak persiapan, liga juga belum jelas kapan mulai. Kami harus pandai-pandai menyiasati juga, karena molornya kompetisi. Tapi pelatih lebih tahu soal itu.” (gk-61)

