Chelsea mengeluarkan sikap resmi dengan menyerukan "doa untuk perdamaian" terkait apa yang terjadi di Ukraina. Pihak The Blues menggambarkan situasi di negara itu saat ini sangat mengkhawatirkan.
Rusia meluncurkan invasi militer ke Ukraina pada pekan lalu atas perintah dari presiden Vladimir Putin.
Sejumlah agenda olahraga pun terdampak akan krisis ini, termasuk final Liga Champions. Para pemain dan klub-klub sepakbola pun menyuarakan perdamaian di tengah meningkatnya jumlah korban yang tewas di Ukraina.
Apa pernyataaan Chelsea?
Chelsea saat ini tengah mempersiapkan laga final Piala Liga Inggris kontra Liverpool, Minggu (27/2). Namun juga membagi perhatian mereka atas konflik yang terjadi saat ini di Ukraina lewat pernyataan resmi mereka di website klub.
"Situasi di Ukraina sangat mengerikan dan mengkhawatirkan. Hati Chelsea FC bersama semua orang di Ukraina," bunyi pernyataan Chelsea.
Pernyataan ini datang setelah mencuat kabar bahwa Roman Abramovich telah menyerahkan "kepengurusan" Chelsea ke yayasan amal klub.
Dalam statement-nya pada 26 Februari lalu, Abramovich mengatakan: "Saya selalu mengambil keputusan dengan kepentingan terbaik klub."
"Saya tetap berkomitmen pada nilai-nilai. Itulah kenapa saya hari ini memberikan wali amanat kepengurusan yayasan amal Chelsea serta pengelolaan Chelsea."
Di Liga Primer Inggris, suporter Everton dan Manchester City menyatukan dukungan mereka untuk rakyat Ukraina sebelum pertandingan kedua tim di Goodison Park, dengan bek Oleksandr Zinchenko meneteskan air mata karena penghormatan tersebut.
Pesan anti-perang juga dikirimkan oleh klub-klub lain di Inggris, termasuk saat laga Manchester United versus Watford, di mana para pemain membentangkan banner yang berisi pesan perdamaian dalam berbagai bahasa.


