Mimpi apa Ruben Dias bisa berada di posisi seperti sekarang?
Orang-orang bilang, musim debut di negeri asing adalah ajang untuk aklimatisasi. Ada yang bisa langsung moncer, namun lebih lazim kita dapati mereka yang harus jungkir balik demi mencapai standar di tempat baru.
Bulan madu Dias bersama The Citizens seolah pantang usai. Bayangkan saja, menjalani musim perdana di tanah orang, bek yang baru berusia kepala dua itu hampir mendapatkan segala yang dibutuhkan untuk menjadi pesepakbola terbaik sejagat raya.
Diakuisisi dari Benfica dengan mahar mencapai £60 juta, Dias tak bertele-tele untuk langsung menaklukkan kompetisi terbaik dunia, Liga Primer Inggris, dan menjadi ruh di jantung pertahanan City polesan Pep Guardiola sepanjang musim ini.
Berintegritas, punya sikap leadership yang luar biasa, bermain tanpa kompromi, Dias menjadi sosok yang Guardiola sebut sebagai "pemain yang sulit ditarik keluar lapangan" untuk diganti dengan pemain lain.
Bulan lalu, dia membawa City merebut titel Piala Liga Inggris keempat secara berentet. Mei ini, Dias jadi bagian tak terpisahkan dari keberhasilan Manchester Biru mengamankan gelar Liga Primer ketiga dalam empat tahun di bawah komando Guardiola.
Dua prestasi di atas dilengkapi dengan capaian pribadi yang baru saja diperoleh Dias: terpilih sebagai pemain terbaik musim 2020/21 versi FWA [Asosiasi Jurnalis Sepakbola].
Hebatnya, dia menyabet gelar individual ini dengan mengalahkan sosok-sosok berpengalaman di Liga Primer macam rekan setimnya, Kevin De Bruyne, dan striker Tottenham Hotspur Harry Kane. Tak hanya itu, Dias masuk dalam buku sejarah sepakbola Inggris, sebab dia jadi bek pertama yang sukses memenangkan anugerah dari FWA di era Liga Primer.
Curriculum vitae pemain belakang 24 tahun itu bakal kian mengilap andai dia sukses mengantar City berdiri di podium juara Liga Champions kala bentrok dengan Chelsea di pengujung Mei mendatang.
Sekali lagi bayangkan, menjalani musim debut di kompetisi baru, negara baru, kehidupan baru, kini Dias berada di pole position untuk menikmati supremasi treble winners bersama The Citizens , ditambah penghargaan prestisius FWA yang telah diamankan. Bukankah ini semua 'surga dunia'-nya sepakbola bagi Dias?
Pemain mana yang tak ingin merasakan 'surga dunia' yang sedang diraih Dias? Siapa pun bermimpi ingin berada di posisi bek yang memulai karier sepakbolanya dari Estrela da Amadora itu.
"Semua pemain di tim berhak mendapatkan penghargaan ini. Oleh karena itu, saya sebagai seorang bek, bisa berada di sini untuk penghargaan ini," ujar Dias sesaat setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik FWA.
"Itu berarti sesuatu yang spesial, sebab biasanya orang-orang yang menyelesaikan permainan adalah orang-orang yang mendapatkan sorotan, tapi saya menerima bahwa penghargaan ini merupakan contoh utama seperti apa tim kami dan bagaimana cara kami bekerja, bagaimana cara kami membangun permainan kami," jelasnya.
"Itu semua menggambarkan kebersamaan yang kami miliki di lapangan, spirit di dalam tim ini dan bagaimana kami tampil," urai Dias.
"Bersama para pemain di tim, bagi saya bisa menerima penghargaan ini menunjukkan bagaimana kami bermain seperti sebuah keluarga. [Saya ingin beterima kasih] untuk rekan-rekan setim, semua staf, tentu saja tak lupa Pep, semua sahabat saya: fisio, kitmen, orang-orang di dapur yang membawa senyum setiap hari ke tempat latihan dan membuat perasaan kami girang dan siap untuk menjadi yang terbaik yang kami bisa," tandasnya.
Getty/Goal61 penampilannya untuk klub dan negara di lintas kompetisi musim ini adalah bukti sahih betapa berharganya pemain internasional Portugal itu di barisan palang pintu City dan Selecao .
Dalam kacamata taktikal Guardiola, Dias tak sebatas pemain hebat, namun juga figur yang bisa menghebatkan pemain-pemain lain yang bermain bersamanya.
"Dias tidak hanya sosok pemain yang bermain bagus, dia adalah pemain yang bisa membuat pemain lainnya jadi bermain bagus," ungkap Guardiola di satu kesempatan wawancara pada Februari lalu.
Seiring usianya yang baru menginjak angka 24, setidaknya, ini semua merupakan langkah awal bagi Dias untuk menggapai standar yang lebih tinggi lagi. Ballon d'Or atau Pemain Terbaik FIFA? Tinggal tunggu tanggal mainnya!


