OLEH Gunawan WidyantaraIkuti di twitter
Kylian Mbappe, Bernardo Silva, Benjamin Mendy dan Tiemoue bakayoko memang telah meninggalkan Monaco namun Rony Lopes tetap yakin faktor utama yang membuat timnya juara pada musim lalu tidak luntur.
Klub yang bermarkas di Stade Louis II itu sukses melengserkan Paris Saint-Germain dari singgasana kasta tertinggi sepakbola Prancis sekaligus memupus puasa gelar selama 17 tahun.
TONTON - Perjalanan Kyllian Mbappe Menuju PSG
Tidak berhenti di sana, Monaco juga berhasil menggemparkan Eropa dengan keberhasilan melangkah ke babak empat besar Liga Champions.
Akan tetapi sejumlah bintang Monaco sekarang telah meninggalkan klub untuk bergabung ke PSG, manchester City dan Chelsea termasuk remaja sensasional Mbappe.
GoalKondisi tersebut tentu saja membuat kekuatan Monaco diragukan untuk mengulang sukses seperti di musim kemarin apalagi PSG juga bisa mendatangkan Neymar dari Barcelona.
Meski demikian, Monaco bisa merangkai empat kemenangan di awal Ligue 1 musim ini seiring keberhasilan mereka mengamankan jasa Keita Balde, Stevan Jovetic, Youri Tielemans dan Terence Kongolo.
Lopes yang baru saja kembali setelah dipinjamkan ke Lille menjelaskan pada Omnisport, Monaco masih punya potensi juara.
"Semua mata mengarah pada kami. Pemain hebat memang sudah pergi tetapi diiringi dengan datangnya tenaga baru," ujarnya.
SIMAK JUGA: Siapa Mendy? Jorge Menunjukkan Produktivitas Monaco Tidak Pernah Berhenti
"Di samping itu, klub berhasil mempertahankan hal penting lainnya yaitu struktur, staff dan budaya yang masih sama seperti musim lalu."
"Semua orang yang menggemari sepakbola seharusnya bisa menikmati gaya bermain Monaco. Budaya di sini sangat menyerang tetapi jika Anda menyimak lebih dekat, kami juga bisa bertahan. Bermain layaknya sebuah unit adalah kekuatan utama tim dan pelatih selalu jitu dalam meramu strategi."
SIMAK JUGA: Torino Bantah Andrea Belotti Didekati AS Monaco
"Bagi mereka yang meragukan, kami hanya punya satu tugas yaitu membungkam semuanya dengan menghadirkan kemenangan."
'Menghabiskan banyak uang atau sedikit pada akhirnya semua tim harus bermain 11 lawan 11 di atas lapangan," tandasnya.




