Pelatih anyar Barcelona Ronald Koeman tampaknya mulai "bersih-bersih" di skuadnya jelang kampanye musim 2020/21 bergulir.
Setelah ditunjuk untuk menggantikan Quique Setien, pria Belanda itu langsung mengagendakan sejumlah rencana untuk membangun kembali kekuatan Los Blaugrana, yang sepanjang musim ini terbilang merana.
Di tangan Setien, Barca gagal mengklaim satu pun trofi. Puncaknya adalah ketika mereka diluluhlantakkan Bayern Munich di perempat-final Liga Champions dengan skor masif, 8-2.
Ini merupakan pertama kalinya kubu Camp Nou nirgelar dalam 13 tahun.
Keoman langsung mengevaluasi kegagalan klub Catalans di periode 2019/20. Dia pun menyusun sejumlah siasat. Salah satunya, sang juru taktik ingin mendepak striker berpengalaman tim, Luis Suarez, untuk kemudian digantikan dengan penyerang Olympique Lyon Memphis Depay.
Mantan pelatih timnas Belanda dan Everton tersebut berpandangan, perekrutan Depay jauh lebih terjangkau ketimbang mendatangkan superstar Inter Milan Lautaro Martinez.
Seperti diketahui, Barca memang sebelumnya santer diberitakan hendak memboyong penyerang Argentina itu di musim panas ini. Tetapi, dengan masuknya Koeman ke Camp Nou, maka arah klub pun berubah.
Depay sendiri masih terikat kontrak di klub Ligue 1 Prancis itu hingga 2021 mendatang dan Barca diyakini bisa mendapatkan tanda tangan mantan attacker Manchester United di kisaran €40 juta.
Selain Depay, Koeman juga mengincar deratan rekan setim sang striker di timnas Belanda. Para pemain berbakat seperti Donny van de Beek dari Ajax dan gelandang andalan Liverpool Georginio Wijnaldum masuk dalam agenda belanja Koeman di Barca.
Selain menambah amunisi skuad Barca, Koeman juga siap mengeluarkan kemampuan terbaik Frenkie de Jong dan Antoine Griezmann, yang sepanjang musim lalu menuai berbagai kritik. Sang juru taktik yakin, keduanya melempem karena dimainkan tidak sesuai dengan posisi natural mereka.
"Rencananya adalah memainkan Frenkie de Jong di posisi yang biasa dimainkannya bersama timnas Belanda," kata Koeman kepada NOS.
"Saya teringat ketika menonton pertandingan Barcelona, saya melihat dia bermain di posisi yang tidak seharusnya. Jika saya menjadi pelatihnya, saya tidak akan menempatkannya di posisi itu," sambungnya.
"Hal yang sama berlaku untuk Antoine Griezmann. Dia bukanlah pemain sayap tradisional, jadi Anda harus menempatkan di posisi favoritnya di mana dia bisa menunjukkan kemampuannya. Sebagai pelatih, Anda harus memahami pemain Anda dan memaksimalkan kemampuan mereka," imbuh Koeman.




