Bagaimana Romelu Lukaku Jadi Striker Komplet: Goda Man City, Bikin Man United Patah Hati

Romelu Lukaku Man City composite 2020
Getty
Fans Man United bakal tercengang hebat jika duit £200 juta Man City tersalur ke Romelu Lukaku, yang kini bertransformasi jadi striker komplet Inter.

Fans Manchester United patut ketar-ketir ketika mendengar kabar bahwa Si 'Tetangga Berisik' Manchester City hendak mengangkut Romelu Lukaku.

Maklum, penyerang internasional Belgia itu alumnus Old Trafford yang kini semakin moncer bersama Inter Milan. 

Lukaku bukanlah Lukaku yang berwajah frustrasi saat menyerang pertahanan lawan dengan balutan seragam Setan Merah. Lukaku-nya Inter jauh berbeda dan terpandang sebagai salah satu striker buas Eropa.

Sejak angkat kaki dari Carrington pada 2019 untuk memperkuat Nerazzurri yang membelinya dengan nilai £72 juta, Lukaku berkembang menjadi salah satu striker komplet di bawah polesan tangan dingin Antonio Conte.

Membuat rekor 51 gol dalam 73 pertandingan bagi klub raksasa Serie A Italia ini sudah cukup membuktikan bahwa dia memang striker No.9 kelas dunia.

Kencang berembus rumor, City mengantungi anggaran belanja sebesar £200 juta di bursa transfer berikutnya dan Lukaku masuk dalam teropong Manchester Biru. Sekalipun striker veteran Sergio Aguero masih diusahakan agar mau meneken kontrak baru Juni nanti, namun penyerang Argentina ini diyakini lebih memilih hengkang di musim panas nanti.

Romelu Lukaku Antonio Conte Inter

Ujung tombak Borussia Dortmund Erling Haaland dan pentolan Benfica Darwin Nunez juga jadi opsi bagi City dalam daftar bidikan mereka, tetapi perkembangan drastis Lukaku membuat manajemen The Citizens terbuai setengah mati.

Lukaku bukanlah striker gagal, seperti cap yang disematkan orang-orang ketika dia meninggalkan United. Hanya manajer klub itu saja barangkali yang tak mampu mengeluarkan kemampuan terbaik eks youngster Chelsea tersebut.

Sebagian kalangan mungkin berpikir, Serie A belum menyentuh levelnya Liga Primer Inggris, sehingga Lukaku menemui aral kala berkostum United. Tapi jangan lupa, kompetisi di Negeri Pizza dikenal memiliki pertahanan tangguh yang dikenal dengan istilah Catenaccio.

Lukaku belajar menjadi striker pragmatis di bawah kendali Mourinho, hingga akhirnya berubah menjadi bomber dinamis dalam gemblengan Conte. Ini yang membuat dirinya semakin meningkat.

Conte menjuluki Lukaku sebagai "berlian kasar". Bak berlian karena dia jadi sosok yang berharga di tim, tetapi kasar dalam tanda kutip untuk urusan mengobrak-abrik barisan defensif seteru.

Terasa jungkir balik memang bila membandingkan bagaimana fisrt touch dia ketika bermain untuk United, yang membuat para fans mencemoohnya sepanjang laga. Beda sekali Lukaku-nya Inter, yang begitu garang saat mendapat kesempatan di depan gawang, ditambah lagi punya tandem asyik di lini depan: Lautaro Martinez.

Arturo Vidal - Romelu Lukaku Inter Spezia 20122020

Lukaku sangat cocok dengan sistem 3-5-2 yang diusung Conte. Sebab para wing-back bisa memberinya servis dari umpan-umpan silang, atau para kreator ini bisa melesat ke depan ketika Lukaku menarik para bek lawan keluar areanya. 

Sementara di United, penyerang berusia 27 tahun itu tak biasa bermain dikelilingi pemain menyerang lainnya. Misalnya dia bermain sebagai penyerang sentral, tetapi diapit dua winger dan satu gelandang serang. Strategi ini jadi andalan Mourinho hingga Ole Gunnar Solskjaer.

Tengok statistik. Lukaku telah mencetak gol lebih banyak dari sedikit pertandingan yang dilaluinya bersama Inter ketimbang saat di Old Trafford, di mana tampil lebih banyak tetapi produktivitasnya seret. Rata-rata Lukaku membuat 3,1 tembakan di Inter, kontras dengan yang dilakukannya di United yakni hanya mencapai 2,5.

Lukaku juga rata-rata mencetak 0,75 gol per pertandingan bagi Inter. Justru lebih sering masuk ke kotak penalti selama memperkuat United namun hanya mampu membuat 0,5 gol.

Romelu Lukaku Manchester United 2018-19

Untuk urusan tembakan di dalam box per pertandingan, Lukaku hanya melakukan 2,3 shot di United, sekarang menyentuh 2,7 dengan konversi 24 persen.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Artinya, Lukaku sekarang terlihat lebih klinis bila dibandingkan dirinya ketika memperkuat The Red Devils. Selain itu, Lukaku yang dulu dilabeli striker malas, faktanya kini dia jauh lebih mobile.

Hari ini, Lukaku selalu jadi kepingan puzzle yang paling dicari Inter, sehingga absensinya di tim utama akan sangat mengganggu performa tim. Sah-sah saja jika belakangan mencuat rumor yang mengaitkan namanya dengan klub-klub top Eropa, tak terkecuali City.

Jika Guardiola menyeriusi transfer Lukaku, maka sang manajer akan mendatangkan pemain yang berbeda 180 derajat dengan sosok dua tahun lalu.

Tutup