Romelu Lukaku, Inter & Man Utd GFXRomelu Lukaku, Inter & Man Utd GFX

Ternyata, Ini Menu Makanan Yang Bikin Romelu Lukaku Jadi 'Gacor' Di Inter Milan

Romelu Lukaku menjalani karier cemerlang bersama Inter Milan setelah melalui periode kelam dengan balutan seragan Manchester United. 

Selain berhasil membawa Nerazzurri merengkuh Scudetto ke-19baru-baru ini, penyerang internasional Belgia itu juga telah menjadi mesin gol klub asuhan Antonio Conte.

Kala memperkuat Manchester United, kritik kerap kali menyambar Lukaku, meski sejatinya dia masih mencatatkan rekor yang terbilang wajar: mengemas 42 gol dalam 96 pertandingan.

Pandit Sky Sports sekaligus legenda Man United menyebut Lukaku "kelebihan berat badan" gara-gara sikap "tidak profesional". Makanya, ketika Lukaku angkat kaki dari Old Trafford, banyak fans Setan Merah yang tidak terlalu merasa kehilangan.

Namun pada titik itu, Lukaku pun mulai melatih kebugaran dia untuk membungkam para kritikus selama ini. Dia secara khusus menyewa ahli gizi terkenal, Matteo Pincella, untuk memandunya mendapatkan kembali tubuh dan fisik nan ideal.

Apa menu makanan Lukaku sehari-hari?

Berkat ditangani seorang ahli gizi, Lukaku mampu menurunkan berat badannya mencapai 8 kg. Permainannya pun berubah drastis, dari sekadar mengandalkan kekuatan, menjadi kekuatan-kecepatan.

Sebagaimana dilansir The Sun, menu sarapan Lukaku 'hanya' berupa sejumlah vitamin dan suplemen. Memasuki jam makan siang, Lukaku membaginya jadi dua sesi. Makan siang pertama, dia mengonsumsi salad dan telor. Makan siang kedua, dia menikmati menu ayam dan mie shirataki.

Adapun menu makan malam, Lukaku juga membaginya dalam dua waktu. Makan malam pertama yakni ikan dan nasi hitam. Makan malam berikutnya menyantap ayam dan ubi jalar.

Untuk snack sehabis bertanding, Lukaku biasa memakan gnocchi, makanan khas Italia.

Namun, jika berbicara makanan favorit, Lukaku menyukai nanas yang melumuri Pizza, pasta carbonara siraman ayam, mi shirataki dan ikan. 

Jadi striker komplet

Di Inggris, terutama saat di West Bromwich Albion dan Everton, kita biasa melihat Lukaku sebagai target man. Bahkan, di United, fans mendapati dia sebagai sosok raksasa yang di sekitarnya adalah pemain-pemain kecil yang siap memberi servis.

Musim ini, striker pentolan Belgia ini bertransformasi lebih dari peran itu. Dia bisa menjadi pemimpin bagi tim, dia menginspirasi rekan-rekan setim untuk terus memupuk optimisme akan Scudetto.

Tidak hanya berkontribusi 21 gol di Serie A, tapi Lukaku juga berhasil membukukan sepuluh assist untuk memudahkan koleganya menjebol gawang lawan.

Selain bantuan ahli gizi, sesi latihan Conte yang tak mengenal kata lelah, mampu membantu kebugaran sang bomber menjadi lebih meyakinkan dan semakin menajamkan insting golnya.

Iklan
0