Robert Lewandowski belum memutuskan masa depannya meski ada laporan yang menyebut dia setuju untuk bergabung dengan Barcelona.
Harian Spanyol Sport melaporkan pada Minggu (27/3) bahwa striker veteran itu telah setuju untuk pindah ke Camp Nou pada musim panas ini sebagaimana ia mencari tantangan baru.
Laporan itu mengatakan Barca siap untuk memberinya kontrak empat tahun dan membayar Bayern hingga €60 juta (£50 juta/$66 juta) demi mendapatkannya.
Apa Yang Kami Ketahui?
GOAL dan Spox memahami bahwa masa depan Lewandowski masih belum jelas dan belum ada kesepakatan yang dicapai dengan Barca.
Kontrak pemain berusia 33 tahun itu di Bayern berlangsung hingga 2023 dan pihak klub berharap dapat meyakinkannya untuk meneken perpanjangan.
Namun, juara Bundesliga itu belum membuka pembicaraan dengan agennya, Pini Zahavi.
CEO Bayern Oliver Kahn baru-baru ini menekankan bahwa klub akan duduk bersama Lewandowski dan beberapa pemain bintang lainnya untuk membahas masa depan mereka.
"Saya tidak mengerti semua kebisingan seputar topik ini," katanya kepada ZDF.
"Kami selalu mengatakan bahwa kami akan duduk bersama dan itu adalah prioritas tinggi bagi kami. Itu tidak berubah."
Mampukah Barcelona Beli Lewandowski?
Dengan posisi keuangan Barca saat ini, Lewandowski jelas terlalu mahal bagi mereka.
Klub Spanyol itu masih belum pulih dari situasi keuangan yang mengerikan dan telah diberi batas gaji negatif oleh LaLiga, yang membuat mereka harus melepas beberapa pemain sebelum bisa belanja.
Mereka tidak hanya harus merogoh kocek hingga €60 juta untuk mendapatkan Lewandowski, tapi juga harus menyamai gajinya saat ini di angka €25 juta (£21 juta/$27 juta) termasuk bonus, yang kemungkinan terlalu besar untuk klub.
Joan Laporta baru-baru ini mengatakan dia tidak mau menempatkan klubnya dalam bahaya finansial dengan menghabiskan biaya besar untuk pemain, dan itu berlaku sama untuk Erling Haaland.
"Situasi ekonomi belum berbalik dan itu adalah prioritas," katanya
"Jelas bahwa kami menginginkan tim yang semakin kuat. Kami akan mengerahkan segalanya, tetapi kami tidak akan melakukan operasi apa pun yang membahayakan institusi."




