Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Cardiff DragonGetty

ROAD TO CARDIFF: Tanpa Halangan Berarti Menuju Final Ideal


OLEH    SANDY MARIATNAIkuti di twitter

Liga Champions bakal menyajikan sebuah final ideal di musim ini ketika Juventus dan Real Madrid saling bentrok di Cardiff, Minggu (4/6) dini hari WIB.

Dikatakan ideal karena partai puncak ini mempertemukan dua tim yang memiliki kekuatan berlawanan. Juventus sebagai pemilik pertahanan terbaik melawan Madrid sang raja gol turnamen.

SIMAK JUGA: Final UCL: Pertahanan Terbaik Vs Raja Gol

Selain itu, kedua tim juga sama-sama mempertaruhkan lahirnya sejarah baru di laga ini. Juventus mendambakan treble pertama mereka, sementara Madrid berhasrat menjadi tim pertama yang mampu mempertahankan gelar juara di era Liga Champions.

Keidealan sebuah final juga bisa dinilai dari perjalanan kedua tim di sepanjang turnamen. Seberapa meyakinkan laju Juventus dan Madrid dalam gelaran Liga Champions 2016/17 bisa menjadi patokan layak tidaknya kedua tim melaju ke final.

Baik Bianconeri maupun Los Blancos memang sama-sama tampil apik sejak fase grup hingga semi-final sehingga tidak ada alasan lagi untuk tidak menyebut partai puncak ini sebagai final ideal.

GFXID Road to Cardiff: JuventusGetty

Juventus membuka tirai Liga Champions 2016/17 dengan hasil kurang memuaskan: tanpa gol kontra Sevilla. Namun pasukan Massimiliano Allegri langsung tancap gas sejak itu. Mereka mengakhiri fase grup sebagai pemuncak Grup H dengan catatan tanpa kekalahan dan hanya dua kali menjatuhkan poin.

Porto terbukti bukan lawan yang terlalu menyulitkan di babak 16 besar. Kemenangan tandang 2-0 di leg pertama memudahkan Paulo Dybala dkk. untuk mengunci kelolosan ke perempat-final dengan skor 1-0 di leg kedua.

Sempat ada kekhawatiran di perempat-final karena Juventus terundi dengan Barcelona. Faktanya, justru dunia yang harus melihat kedahsyatan Juventus. Kemenangan fantastis 3-0 di leg pertama sudah cukup untuk membuat Barcelona angkat kaki secara dini. Ini merupakan balas dendam Juve atas kekalahan mereka kontra Barca di final Berlin dua tahun silam.

Setelah menyingkirkan tim favorit, giliran tim kejutan yang menjadi korban Juventus. AS Monaco, yang diperkuat “bayi-bayi ajaib”, mampu mereka bungkam secara efektif di semi-final, kandang dan tandang. Tiket final ke Cardiff pun didapat Juve tanpa halangan berarti, tanpa satu pun kekalahan, dan hanya kebobolan tiga gol.

GFXID Road to Cardiff: MadridGetty

Perjalanan Madrid memang tidak semantap Juventus. Mereka sekali menelan kekalahan -- melawan Atletico Madrid di leg kedua semi-final -- dan hanya sekali membukukan clean sheet. Beruntung, kelemahan itu tertutupi oleh gelontoran gol-gol dan permainan superagresif yang mereka peragakan di sepanjang turnamen.

Tiga kemenangan dan tiga hasil seri di fase grup memang membuat armada Zinedine Zidane harus merelakan posisi puncak Grup F dikuasai oleh Borussia Dortmund. Namun hal itu tidak menghalangi El Real untuk tampil meyakinkan di fase gugur.

Napoli mampu mereka pukul di babak 16 besar dengan skor 3-1 di masing-masing leg. Setelah itu, kisah berfokus kepada Cristiano Ronaldo. Setelah hanya mengemas dua gol, Ronaldo tiba-tiba meledak dengan menambah delapan gol dalam empat laga!

Enam gol di antaranya terbagi dalam dua hat-trick, masing-masing melawan Bayern Munich di leg kedua perempat-final dan Atletico Madrid di leg pertama sem-final. Dalam periode ini, Ronaldo menjadi pemain pertama yang sanggup menembus 100 gol Liga Champions. Pada akhirnya, kehebatan Ronaldo itu memastikan Madrid menembus final ketiga dalam empat musim terakhir.

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google