Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Muhammad Rifad Marasabessy Madura United Timnas Indonesia U-19Goal Indonesia/Aditya Wahyu Pratama

Rifad Marasabessy Nyaman Dilatih Indra Sjafri


LIPUTAN   ADITYA WAHYU PRATAMA     DARI   MADURA


Di tengah sorotan ditujukan kepada Indra Sjafri, bek Madura United Rifad Marasabessy melempar pujian, dan merasa nyaman ditangani pelatih timnas Indonesia U-19 tersebut.

Rifad merupakan bagian dari skuat Indra di kualifikasi Piala Asia U-19 2018. Namun dalam empat pertandingan, timnas U-19 meraih masing-masing dua kemenangan dan kekalahan. Catatan itu tentu membuat kekhawatiran, mengingat Indonesia menjadi tuan rumah putaran final ajang tersebut pada tahun depan.

“Kalau saya di timnas, senang sekali dengan pemahaman bermain bola coach Indra, itu bagus benar, dan kami merasa nyaman. Dari sisi pemahaman bermain bolanya bagus,” puji Rifad.

“Menurut saya coach Indra pelatih yang bagus. Alhamdulillah di timnas selama ini, dia memberikan pemahaman bola yang baik bagi saya, banyak juga masukan yang baik dari dia seperti tentang cara saya bermain bola.”

Sepanjang tahun ini, mantan penggawa Semen Padang U-21 itu selalu mendapat kepercayaan dari Indra. Menurutnya, pengalaman di timnas membantunya tampil lebih baik bersama Madura United.

“Alhamdulillah dari setiap pengalaman sejak melawan Brasil di pertandingan pertama, kami bisa mulai belajar dari situ. Saya sendiri merasa bisa dapat jam terbang untuk lebih percaya diri lagi. Dari timnas kembali ke klub banyak pengaruhnya, karena timnas banyak jam terbang bermain di luar negeri,” imbuhnya.

Sementara bersama Laskar Sape Kerrap, Rifad merasa mendapat kepercayaan dari rekan-rekannya yang lebih berpengalaman. Pemain yang juga berstatus sebagai TNI ini mengakui hal tersebut membantunya dalam kompetisi resmi pertamanya musim 2017.

“Alhamdulillah banyak pengalaman dari senior, terutama yang pemain belakang. Banyak memberikan motivasi buat saya. Kalau pemain muda bermain di liga profesional awalnya pasti down, takut salah. Tetapi dengan berjalannya waktu bisa menyesuaikan,” pungkasnya. (gk-62)

Footer Goal Indonesia Instagram

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google