LIPUTAN ADITYA WAHYU PRATAMA DARI MADURA
Madura United bakal kehilangan salah satu bek muda andalan mereka selama beberapa pekan, yakni Muhammad Rifad Marasabessy. Itu setelah, Rifad didiagnosis menderita cedera Medial Collateral Ligament (MCL).
Cedera tersebut didapatkannya saat Madura United melawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, 6 April lalu. Ketika itu, pemain asal Tulehu tersebut berduel dengan gelandang SFC, Adam Alis Setyano pada menit kelima. Benturan itu membuatnya tak bisa melanjutkan pertandingan dan langsung digantikan Alfath Faathier.
"Kalau (cedera) otot secara teori (absen) lima sampai enam minggu. Tapi kalau dia dengan intervensi yang baik setelah cedera (dengan terapi), mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kalau MCL cukup terapi, yang penting memang penanganan pertamanya. Jadi, dia harus benar-benar istirahat untuk saat ini," jelas Heri Siswanto, dokter tim Madura United.
"Itu (ligamennya) juga harus dikompres es biar pendarahannya nggak semakin membengkak. Tetapi kami sudah mengecek cederanya dengan MRI (Magnetic Resonance Imaging), jadi sudah jelas hasilnya tidak perlu meraba-raba dia terkena cedera apa. Kami coba dalam empat atau lima minggu ini, semoga ada perbaikan dan tidak ada masalah," tambahnya.
Sementara itu, Rifad sendiri berharap cederanya tidak mempengaruhi posisinya di timnas Indonesia U-19. Mengingat, Indonesia U-19 bakal segera menggelar persiapan untuk Piala AFF U-19 2018 dan Piala Asia U-19 2018. Dirinya berharap bisa segera pulih dan kembali bermain optimal.
"Ada sedikit sobek, jadi memang butuh istirahat. Soal itu (posisi di timnas), saya kurang tahu karena belum tahu kapan bisa kembali bermain lagi. Insya Allah secepatnya, mungkin ini cobaan buat saya," timpalnya.(gk-62)
