Momen beduk magrib adalah saat yang dinanti-nantikan umat Muslim untuk melepas dahaga dan lapar dengan berbuka setelah menjalani kewajiban puasa.
Kebanyakan pesepakbola muslim memilih untuk tidak berpuasa dengan menggantinya di hari lain. Namun di Liga Turki, para pemain tetap menunaikan kewajiban puasa.
Seperti yang dilakukan para pemain di liga divisi dua Turki. Wasit memutuskan untuk menghentikan laga sejenak agar memungkinkan para pemain berbuka puasa ketika tiba waktunya.
Sepuluh menit laga antara Giresunspor dan Keciorengucu berjalan, kebetulan ada satu pemain yang mendapatkan cedera. Momen ini pun dimanfaatkan para pemain muslim untuk menyantap 'takjil' seperti pisang dan kurma.
Wasit tidak buru-buru melanjutkan pertandingan. Dia membiarkan para pemain muslim untuk membatalkan puasa mereka.
Video ini pun viral di media sosial, dengan lebih dari empat juta orang telah menontonnya di akun beIN Sports Turki.
"Ketika ada pemain yang cedera di laga antara GZT Giresunspor dan Ankara Keciorengucu, momen ini bertepatan dengan azan. Para pemain pun berbuka puasa di tengah pertandingan," caption beIN Turki.
1 Ramadhan sendiri telah dimulai sejak Senin lalu. Sebagaimana dalam keyakinan umat Muslim, tidak diperkenankan makan dan minum sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Ini bukan pertama kalinya para pemain berbuka puasa di tengah pertandingan.
2018 lalu, kiper Tunisia mengalami cedera di satu laga kualifikasi Piala Dunia, sehingga hal itu memungkinkan para pemain lain untuk berbuka puasa. Wasit memberikan jeda waktu yang cukup agar mereka bisa membatalkan puasa mereka.
Setahun kemudian, duo Ajax kala itu, Hakim Ziyech dan Noussair Mazraoui, juga pernah membatalkan puasa saat laga kontra Tottenham Hotspur di Liga Champions menginjak menit ke-24, dengan pemain yang kini memperkuat Chelsea itu mencetak gol beberapa menit kemudian untuk membuat skor jadi 2-0.


